Jombang (beritajatim.com) – Pohon tua yang ada yang ada di tepi Jalan Parimono Desa Plandi Kecamatan/Kabupaten Jombang tumbang menimpa kabel listrik dan atap rumah warga, Minggu (29/1/2023). Pohon jenis trembesi itu diameternya cukup besar, sedangkan tingginya sekitar 15 meter.
Sebelum pohon tersebut tumbang, cuaca di Jombang dan sekitarnya kurang bersahabat. Hujan mengguyur sejak siang. Sudah begitu juga disertai angin kencang. Nah, saat angin berhembus kuat, pohon trembesi meliuk-liuk, lalu terdengar suara krakkk. Sejurus kemudian pohon setinggi 15 meter itu rebah di atap rumah.
“Selain menimpa kabel listrik bertegangan tinggi, pohon tersebut juga menimpa atap rumah warga. Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut,” kata Eko Hadi Purnomo, warga yang rumahnya berada di depan lokasi pohon tumbang.
Akibat tumbangnya pohon tersebut, listrik di Desa Plandi dan sekitarnya dipadamkan. Karena pohon tersebut juga menimpa kabel listrik yang ada di tepi jalan itu. Tak berselang lama, petugas dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Jombang mendatangi lokasi.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pohon-tumbang”]
Petugas yang membawa peralatan seperti gergaji mesin, langsung melakukan pembersihan. Dahan pohon yang melintang di jalan dipotong. Begitu juga dengan ujung pohon yang menimpa atap rumah warga. Semuanya dibersihkan. Evakuasi pohon tumbang ini membutuhkan waktu empat jam lebih.
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jombang Syamsul Bahri membenarkan adanya peristiwa tersebut. Pihaknya sudah menerjunkan tim ke lapangan. Hingga Minggu malam, pembersihan pohon tumbang tersebut sudah selesai dilakukan. “Minggu sore ini ada tiga lokasi pohon tumbang,” kata Syamsul.
Untuk itu, Syamsul mengingatkan agar masyarakat senantiasa meningkatkan kesiapsiagaan terjadinya bencana. Pasalnya, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda, ada potensi peningkatan cuaca ekstrem yang melanda beberapa wilayah di Jatim dalam kurun waktu 27 Januari – 2 Februari 2023.

Dari data BMKG, ada beberapa wilayah di Jatim yang diprediksi bakal dilanda cuaca ekstrem. Antara lain Surabaya, Mojokerto, Gresik, Lamongan, Tuban, Jombang, Nganjuk, Madiun, Ngawi, Magetan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Kediri, Malang, dan Batu.
Kemudian Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso, Banyuwangi, Situbondo, Bangkalan, Pamekasan, Sampang, Sumenep, Sidoarjo, Bojonegoro, Ponorogo, dan Pacitan. “Dari data itu, Jombang termasuk salah satu wilayah potensi. Untuk itu BPBD Jombang mengimbau agar masyarakat selalu waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi,” kata Syamsul. [suf/ted]






