Jember (beritajatim.com) – Tanpa perlu mendeklarasikan diri menjadi Kota Santri, Kabupaten Jember, Jawa Timur, sudah layak disebut Kota Santri. Pemerintah daerah menguatkannya dengan gerakan ekonomi yang melatih santri menjadi wirausahawan.
Bupati Hendy Siswanto menyebut pesantren aset istimewa bagi Kabupaten Jember. “Dengan ribuan pesantren di Jember, otomatis Jember menjadi Kota Santri. Dengan ratusan ribu ribu santri, dari 1.100 pesantren, 650 pesantren memiliki lebih dari 500 santri. Ini merupakan aset istimewa,” katanya, ditulis Senin (7/11/2022).
Hendy ingin, setelah lulus dari pesantren, para santri bisa terus mengamalkan dan mengembangkan ilmu agama mereka di masyarakat. “Namun kehidupan ekonomi mereka juga harus kita pikirkan,” katanya.
Hendy menginginkan ada gerakan ekonomi pesantren dengan menjadikan koperasi sebagai ujung tombak. “Kita bekerjasama untuk menghidupkan koperasi di pesantren-pesantren. Sekarang sudah mulai. Pada 2022 ada beberapa koperasi di pesantren jadi pilot project. Ini tinggal dikembangkan kembali, bagaimana para santri mengelola koperasi menjadi santripreneur,” katanya.
“Esensi santripreneur bukan hanya belajar ilmu agama. Tapi bagaimana mereka bisa menjadi seorang wiraswastawan,” kata Hendy.
Hamim, juru bicara Fraksi Partai Nasional Demokrat, meminta pemerintah untuk memberikan kesempatan lebih banyak kepada kaum santri dan santriwati dalam pemberdayaan kegiatan-kegiatan sosial yang beririsan dengan kepentingan publik.
Hamim mencontohkan sejumlah kegiatan, antara lain bakti lingkungan, penghijauan, dan kegiatan lain yang berbasis sosial kemanusiaan. “Ini agar potret jember sebagai Kota Santri benar-benar dihargai bukan sebatas slogan belaka,” katanya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pesantren-jember”]
Sementara itu, Ikbal Wilda Fardana dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan meminta bupati agar mengalokasikan anggaran beasiswa khusus untuk mahasiswa-mahasiswi yang telah hafal Alquran. “Mereka anak-anak yang berpotensi dan memiliki kemampuan lebih di antara yang lain, baik yang kuliah di perguruan tinggi di Jember maupun luar Jember,” katanya.
Fraksi PPP juga meminta kepada Pemkab Jember agar segera merealisasikan beasiswa kategori mahasiswa tidak mampu. “Perlu alokasi anggaran untuk anak-anak yatim yang tidak mampu, untuk memenuhi kebutuhan biaya hidup, sehingga tidak lagi kita dengar jeritan mereka. Ini juga mendorong mereka untuk sejajar dengan anak-anak seusianya, sehingga mereka merasa setara dan merasa diperhatikan oleh pemerintah daerah,” kata Ikbal.
Hendy mengatakan, dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Jember 2023, ada alokasi beasiswa untuk santri, selain beasiswa prestasi; beasiswa guru dan perangkat, serta beasiswa bagi mahasiswa yang tidak mampu. [wir/suf]






