Mojokerto (beritajatim.com) – Karena cincin di jarinya tak bisa dilepas, seorang pemuda mendatangi Pos Damkar di Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (22/7/2023). Dia meminta bantuan untuk melepas cincin tersebut.
Pemuda ini bernama Aryah, warga Dusun Pudak Pulo RT 09 RW 03, Desa Puloniti, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto. Akibat cincin tersebut, jari Aryah bengkak. Dengan alat yang dimiliki, petugas Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto berusaha melepas cincin milik Aryah. Sejumlah petugas lainnya turut membantu.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim mengatakan, pemuda asal Desa Puloniti tersebut datang ke Posko Damkar sekira pukul 16.20 WIB. “Ini merupakan penanganan non kebakaran,” ungkapnya.
BACA JUGA:
Cincin Tak Bisa Dilepas, Pelajar SMA Gresik Nyaris Gergaji Jari Telunjuknya
Masih kata Kabid, sekitar pukul 17.00 WIB petugas berhasil melepas cincin dari jari tangan Aryah. Ini setelah petugas memotong cincin dari jari tangan Aryah menggunakan gerinda mini. “Tidak lama, sekitar 40 menit petugas berhasil memotong cincin di jari tangan pemuda itu. Dia datang jam 16.20 WIB dan jam 17.00 WIB, cincin berhasil lepas dari jari tangannya,” jelasnya. [tin/suf]
![Cincin Tak Bisa Dilepas, Pemuda di Mojokerto Datangi Petugas Damkar Petugas Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto melepas cincin dari jari tangan Aryah. [Foto : ist]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/07/IMG_20230722_204608_DJsqsG899G.jpeg)





