Surabaya (beritajatim.com) – Meski masih dalam tahun pandemi, CIMB Niaga Syariah mencatatkan kinerja yang tumbuh cukup baik. Bahkan untuk lingkup Kota Surabaya, pertumbuhan sektor pendanaan syariah yang lebih tinggi dari rata-rata nasional.
“Kalau ngomong Surabaya itu sesuatu yang membanggakan, paling tidak dari sisi pendanaan kami,” ujar Direktur Syariah Banking CIMB Niaga, Pandji P Djajanegara, saat media gathering visual, Kamis (24/3/2022).
Pandji menjelaskan pendanaan syariah CIMB Niaga di Indonesia rata-rata naik pada kisaran 30 persen selama 2021. Sementara khusus Surabaya, porsi dana syariah naik jauh lebih tinggi.
“Khusus pendanaan di Surabaya saja kita naik 54 persen dibandingkan tahun 2020,” terang Pandji.
Pertumbuhan market share di Surabaya, kata dia, juga mengalami kenaikan mencapai 12 persen sepanjang 2021. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan 2020 di kisaran 9 persen.
“Jadi market share kita di Surabaya secara internal naik dari 9 persen menjadi 12 persen,” kata dia.
Saat ini, terang Pandji, pihaknya memang memiliki satu cabang unit usaha syariah dari di antara puluhan cabang konvensianal CIMB Niaga di Surabaya. Meski begitu, dia bersyukur cabang ini dapat mencover cukup banyak pendanaan syariah.
“Syukur Alhamdulillah, cabang itu sudah bisa mengcover 26 persen dari keseluruhan portofolio dana syariah yang ada di Surabaya,” kata Pandji.
Untuk mempertahankan kinerja yang cukup baik ini, kata Pandji, pihaknya menyiapkan sejumlah strategi sepanjang 2022. Salah satunya, peningkatan dana pembiayaan untuk KPR.
“Karena di Surabaya ini cukup baik untuk pertumbuhan KPRnya, kami targetkan di Surabaya untuk tahun 2022 ini 60 persen dari nasabah KPR yang kami layani sudah harus dalam bentuk syariah,” kata dia.
Pada 2021, ucap Pandji, sebanyak 52 persen nasabah KPR menggunakan produk syariah. Sehingga tahun ini dinaikkan menjadi 60 persen.
Selain itu, pihaknya telah menjalin kerja sama pembiayaan dengan direktorat korporasi maupun komersial. Kerja sama ini diarahkan pada penggunaan produk CIMB Niaga Syariah dari hulu hingga hilir.
“Itu dalam pengembangan bisnisnya jangan sampai melupakan, kalau mereka sudah membiayai hulunya, hilirnya itu payrollnya jangan sampai lupa,” terang dia. (beq)






