Gresik (beritajatim.com) – Nasib orang siapa tahu. Ungkapan ini pas melekat pada diri Ahmad Ubaidilah (37) warga Desa Banyuwangi, Kecamatan Manyar, Gresik. Ayah dua orang ini tidak menyangka menggeluti profesi sebagai operator mobil crane.
Semula Ubaidilah pernah mengenyam pendidikan seni di salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta. Namun, setelah berkelana kesana kemari dengan dunia seni, dirinya malah penasaran mengubah haluan hidup menjadi operator mobil crane. Alasan dipilihnya jalur ini karena profesi operator crane masih terbatas di dunia industri.
“Sebelum terjun di proyek konstruksi, saya dulunya orang seni. Pernah pentas teater keliling dari dari satu ke daerah lain. Setelah berkeliling saya kembali ke Gresik menjadi tenaga proyek selama 6 bulan di Jurong Enginering Lestari (JEL) sub kontraktor Chiyoda yang mengerjakan proyek PT Freeport Indonesia (PTFI) di JIIPE,” ujarnya kepada beritajatim.com, Kamis (19/12/2024).
Usai pembangunan proyek PTFI rampung, Ubaidilah sempat galau mau kerja apa lagi mengingat asap dapur rumah tangganya harus terus mengepul. Setelah mendapat informasi di desanya yang masuk ring satu PTFI ada pelatihan bersertifikasi. Dirinya mencoba peruntungan tersebut daftar sebagai peserta pelatihan.
“Alhamdulillah dari sekian ratus orang yang mendaftar saya lolos mengikuti pelatihan yang digelar PTFI dan Rumah Vokasi Gresik. Ini sekaligus menambah pengalaman baru karena operator mobil crane sangat jarang,” ungkapnya.
Saat praktek mengoperasikan mobil crane. Ubaidilah sempat bingung bagaimana mengoperasikan mobil berat tersebut. Pasalnya, di ruang kemudi banyak tombol-tombol untuk menggerakkan saat memindahkan alat-alat berat bila salah tombol bisa celaka.
“Susahnya disitu, untungnya di pelajaran kelas sudah diajari. Sebab, operator mobil crane harus bisa bermain rasa dan peka. Kalau tidak punyak skill atau feeling yang kuat saat memindahkan alat berat bisa tidak pas,” paparnya.
Dari mengikuti pelatihan bersertifikasi ini lanjut dia, dirinya berharap keahlian yang pernah diperoleh bisa dimanfaatkan tidak hanya di proyek PTFI saja melainkan ke perusahaan lain. Ini karena operator mobil crane masih banyak dibutuhkan.
“Saya mengapresiasi PTFI sudah men-support adanya pelatihan ini yang bisa membantu warga Gresik. Dari semula belum punya skill sudah memiliki skill bersertifikasi. Saya sendiri masuk kelas tiga dengan mobil kapasitas 25 ton. Di atas ini ada kelas dua hingga tiga,” urainya.
Sementara itu, Superintendent Corporate Social Responbility (CSR) PTFI, Nana Suhana menyatakan kedepan pihaknya lebih berkontribusi lagi meningkatkan hard skill tenaga kerja di Gresik. Program ini tidak berhenti disini. Tapi terus berkelanjutan. “Kami berharap peserta yang mengikuti pelatihan ini bisa menularkan ilmunya ke masyarakat lain,” tuturnya.
Masih menurut Nana, dalam pelatihan tersebut PTFI menggandeng Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan Rumah Vokasi Gresik yang dinisiasi Kadin Gresik.
“Peserta yang ikut pelatihan nantinya tidak hanya ke PTFI saja tapi bisa ke perusahaan lain karena sudah dibekali semua. Terlebih lagi, 10 tahun kedepan akan banyak perusahaan baru bermunculan sehingga banyak membutuhkan operator mobil crane maupun forklift,” ujarnya.
Pengurus Rumah Vokasi Gresik Suhartini menyatakan ada 15 pelatihan bersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BSNP) dan Kementerian Tenaga Kerja. Meliputi operator scafolding, personil K3, petugas K3, personil K3 konstruksi, supervisor K3 konstruksi.
Selanjutnya supervisor K3 konstruksi utama, ahli muda K3 konstruksi, petugas P3K di tempat kerja, operator CNC, welder Sama 3G, welder SMAW 6G. Berikutnya juru ikat/rigger-1, juru ikat/rigger-3, operator forklift, dan operator mobil crane kelas 3.
“Pelatihan ini diikuti 300 orang peserta. Kepedulian PTFI terhadap kompetensi masyarakat Gresik sangat kami apresiasi, dan kedepan bisa dapat dilakukan oleh perusahaan lainnya,” katanya.
Dalam pelatihan ini lanjut dia, peserta tidak hanya diberi ilmu pengetahuan sesuai bidangnya, tetap juga diberi ilmu perihal perilaku dan etika dalam bekerja. Sehingga, para peserta sudah sangat siap untuk melakukan pekerjaan sesuai bidangnya pungkasnya. [adv/dny]







