Magetan (beritajatim.com) – Meski air di Telaga Sarangan Kelurahan Sarangan, Plaosan, Magetan kini surut, sejumlah pengunjung mengaku tetap menikmati berwisata. Salah satunya dengan menggunakan speedboat. Air di Telaga Sarangan sudah tak sepenuh saat musim hujan. Sejak sebulan terakhir, volume air Telaga Sarangan kian menurun.
Sinta Anggi Tunggadewi, wisatawan asal Surabaya mengaku baru pertama kali ke Telaga Sarangan. Di media sosial, dia melihat air di Telaga Sarangan yang penuh, namun saat dia berkunjung pada Minggu (15/09/2024), air di Sarangan ternyata kondisi surut. Dia pun harus menuruni tangga dermaga speedboat.
”Tetap worth it ya, biaya naik speedboat masih cukup terjangkau bagi saya. Ya ini pertama kalinya saya datang ke Telaga Sarangan. Tadi agak takut turuni tangga, ya ini ternyata surut gitu airnya. Biasanya orang-orang naik speedboat kan dari atas karena airnya pas penuh gitu,” terang Sinta yang berwisata bersama saudara dan kedua orang tuanya.
”Cukup seru naik speedboat, tadi saya naik dua putaran, ongkosnya Rp150.000. Karena saya rasa kalau satu putaran itu masih kurang. Akhirnya dua kali. Rencananya kalau masih ada waktu ya masih di sini sampai Senin (16/09/2024),” katanya.
Tak hanya Sinta, Mutiara Nurul Aliyah, pengunjung asal Semarang, Jawa Tengah, juga mengaku baru pertama kali berlibur ke Telaga Sarangan. Meski air di Telaga Sarangan kini surut, dirinya mengaku masih menikmatinya. Menurutnya lebih asyik jika naik speedboat jika berlibur ke Sarangan.
”Airnya pas surut, jadi kami harus turun dulu kalau ingin naik speedboat. Tapi tetap seru tadi, saya tadi naik dengan ongkos Rp150.000 untuk dua putaran,” kata Mutiara yang berwisata dengan kedua orang tuanya itu.
Diketahui, air dari Telaga Sarangan tak hanya untuk keperluan irigasi petani di kawasan KEcamatan Plaosan, tapi juga untuk suplai air ke Pabrik Gula (PG) Redjosarie yang ada di Kecmaatan Kawedanan yang saat ini sedang ada kegiatan giling tebu untuk produksi. [fiq/but]






