Magetan (beritajatim.com) – Cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang menyebabkan kerusakan pada sebuah swalayan di Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan, Rabu (25/9/2024) sekitar pukul 18.30 WIB. Salah satu bagian dinding kaca swalayan di Jalan Diponegoro jebol akibat angin yang sangat kuat, mengakibatkan beberapa kerusakan lainnya.
Pantauan di lokasi, selain dinding kaca yang ambruk, pintu keamanan serta papan nama toko juga terlepas dari tempatnya akibat terjangan angin.
Fitra Nanda (30), salah satu karyawati swalayan, menceritakan kronologi kejadian tersebut. Meskipun tidak ada korban jiwa, ia menyebut ada dua konsumen yang sempat berada di luar swalayan saat kejadian berlangsung.
“Kedua konsumen tersebut baru saja selesai berbelanja dan sempat berada di luar. Ketika angin kencang dan hujan deras mulai, mereka langsung masuk ke dalam toko untuk berlindung,” ungkap Fitra.
Menurut Fitra, angin kencang membuat situasi di dalam swalayan menjadi panik. Tak lama kemudian, pintu depan di dekat kasir mulai bergoyang terkena hembusan angin.
“Pintu di depan kasir mulai bergoyang. Salah satu rekan kerja mencoba menahan pintu dibantu oleh karyawan lainnya. Saat itu, air hujan mulai masuk ke dalam toko dan menyebabkan genangan di lantai,” jelas Fitra.
Setelah beberapa waktu, dinding kaca dan pintu mulai goyah hingga akhirnya roboh. Beruntung, para konsumen yang sempat duduk di dalam swalayan segera menghindar dan berhasil menyelamatkan diri.
“Kami bersyukur, dinding kaca yang jatuh tertahan oleh mesin pendingin es krim dan frozen food, sehingga pecahan kaca tidak menyebar luas di lantai,” tambahnya.
Toni Adiguna (30), karyawan swalayan lainnya, juga mengungkapkan pengalamannya saat mencoba menahan pintu kaca dari hempasan angin kencang.
“Kejadiannya sangat cepat. Angin dan hujan datang dengan sangat kencang. Ketika pintu mulai bergoyang, saya berusaha menahannya agar air hujan tidak masuk ke dalam. Namun, angin terlalu kuat dan saya tidak mampu menahan pintu kaca tersebut. Akhirnya, kami terpaksa menyelamatkan diri,” cerita Toni.
Angin kencang yang datang dari arah utara menyebabkan kerusakan signifikan pada toko. Untuk sementara, swalayan tersebut ditutup untuk perbaikan lebih lanjut.
Dengan kejadian ini, masyarakat diimbau untuk selalu waspada saat cuaca ekstrem terjadi, terutama ketika angin kencang dan hujan deras melanda. Tetap mengutamakan keselamatan dan menghindari berteduh di bawah bangunan yang rawan runtuh seperti dinding kaca dan papan reklame.
Terpisah, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan, Eka Wahyudi mengatakan kerusakan dilaporkan terjadi di beberapa lokasi, terutama di Kecamatan Karangrejo.
Kejadian ini berlangsung hingga pukul 19.00 WIB dan menyebabkan beberapa insiden seperti pohon tumbang serta kerusakan properti warga.
Lokasi Kejadian:
1. Jalan Raya Maospati – Ngawi, Kecamatan Karangrejo, depan BRI Unit Karangrejo.
2. Jalan Raya Maospati – Ngawi, Kecamatan Karangrejo, samping Pom Bensin Maron.
3. Jalan Desa, Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Karangrejo.
Tafsir Kerusakan:
1. Kanopi toko milik Karyati tersingkap dan menimpa garasi milik Nanang (43 tahun), di Dusun Gandu, Desa/Kecamatan Karangrejo.
2. Pohon trembesi dengan lingkar 200 cm tumbang dan menutup 100% akses Jalan Raya Maospati-Ngawi.
3. Beberapa pohon tumbang menutup 50% akses jalan desa, antara lain:
Pohon Klengkeng dengan lingkar 30 cm.
Pohon Mangga dengan lingkar 40 cm.
Pohon Kedondong dengan lingkar 60 cm.
4. Pohon trembesi dengan lingkar 150 cm tumbang dan menimpa rumah serta mobil di garasi milik Siti (30 tahun) di Jl. Ahmad Yani, RT/RW 04/02, Manisrejo.
5. Atap rumah milik Sutarto (60 tahun) di Jl. Ahmad Yani, RT/RW 04/02, Manisrejo tersingkap akibat angin kencang.
“Untuk penanganan kanopi yang tersingkap telah selesai dilaksanakan. Penanganan pohon tumbang di beberapa lokasi telah selesai, dan akses jalan telah normal kembali. Penanganan pohon tumbang yang menutup 50% akses jalan desa juga telah selesai. Namun, untuk pohon trembesi yang menimpa rumah akan ditangani besok pagi, Kamis, 26 September, karena keterbatasan penerangan dan kondisi cuaca yang tidak mendukung (hujan),” terang Eka.
“BPBD menghimbau masyarakat untuk selalu waspada ketika terjadi hujan deras disertai angin kencang. Masyarakat diminta untuk berhenti dan mencari tempat aman jika sedang dalam perjalanan, serta menghindari berteduh di bawah pohon, baliho, atau bangunan yang mudah roboh. Kewaspadaan dan kesiagaan dalam menghadapi cuaca ekstrem sangat diperlukan untuk menghindari dampak yang lebih besar,” kata Eka. [fiq/ian]





