Pacitan (beritajatim.com) – Kantor Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Pacitan berubah menjadi arena belajar yang penuh keceriaan saat 290 siswa dan wali murid TK Gugus 02 Arjosari melakukan kunjungan edukasi pada Rabu (28/01/2026). Kegiatan outing class ini bertujuan mengenalkan profesi pemadam kebakaran sebagai garda terdepan penyelamatan sekaligus memberikan simulasi penanganan api serta hewan liar sejak usia dini.
Anak-anak tampak antusias memperhatikan setiap instruksi dari petugas mulai dari pengenalan alat hingga teknik dasar pemadaman api secara sederhana. Suara tawa riang pecah saat mereka diajak mengenali berbagai jenis hewan liar yang seringkali masuk ke permukiman warga dan memerlukan penanganan khusus.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Pacitan, Ardyan Wahyudi, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif sekolah dalam memperkenalkan profesi lapangan secara langsung. Ia menilai pengalaman empiris seperti ini sangat efektif membentuk karakter serta kewaspadaan anak terhadap potensi bahaya di lingkungan sekitar mereka.
“Harapannya anak-anak bisa mendapatkan pengalaman, bekal, dan gambaran tentang profesi Damkar serta pekerjaan yang dilakukan selama ini, tidak hanya penanganan kebakaran tetapi juga penyelamatan dan tugas lainnya,” ujar Ardyan, Rabu (28/1/2026).
Anggota Damkar mengawali sesi dengan penyampaian materi interaktif yang dikemas dengan bahasa ringan dan mudah dipahami oleh anak-anak usia prasekolah. Setelah itu, para siswa dipandu untuk mempraktikkan cara memadamkan api kecil serta diperkenalkan pada metode penanganan gangguan ular atau tawon secara aman.
“Anak-anak juga diajak berkeliling menggunakan kendaraan Damkar agar mereka bisa merasakan langsung sensasinya. Ini menjadi pengalaman yang berkesan bagi mereka,” tambah Ardyan sembari mengamati antusiasme para peserta di lokasi.
Tidak hanya fokus pada siswa, para wali murid yang mendampingi juga mendapatkan pembekalan krusial mengenai strategi pencegahan kebakaran di area dapur. Petugas memberikan edukasi tentang langkah-langkah darurat saat terjadi kebocoran tabung gas atau kelalaian saat memasak guna meminimalisir risiko kebakaran rumah tangga.
Puncak kegembiraan terjadi ketika para siswa diberikan kesempatan langka menaiki mobil pemadam kebakaran yang terparkir di halaman Mapolres setempat. Mereka bersorak sorai saat diperbolehkan memegang nozzle selang dan menyemprotkan air layaknya seorang pahlawan api profesional yang sedang menjalankan aksi penyelamatan.
Melalui kegiatan edukatif ini, Damkar Pacitan berharap kesadaran kolektif masyarakat terhadap bahaya kebakaran dapat terus tumbuh mulai dari lingkup keluarga terkecil. Pemahaman dini mengenai tugas mulia pemadam kebakaran diharapkan mampu memupuk rasa hormat serta kepedulian sosial yang tinggi bagi generasi masa depan. [tri/beq]






