Mojokerto (beritajatim.com) – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati mengajak seluruh siswi SMKN 1 Jetis minum Tablet Tambah Darah (TTD). Gerakan minum TTD tersebut agar ke depannya para siswi yang akan menjadi calon ibu tidak melahirkan bayi stunting.
Diikuti sedikitnya 352 siswi SMKN 1 Jetis, gerakan minum TTD yang dikemas dalam agenda Jumat CERIA (Cantik, Enerjik, Rajin, Inovatif, dan Aktif). Gerakan minum TTD secara serentak oleh seluruh siswi digelar di lapangan sekolah SMKN 1 Jetis.
“Saat ini bangsa Indonesia menghadapi masalah yang besar yaitu terkait dengan ancaman terhadap kualitas sumber daya manusia yang disebut dengan stunting. Ini adalah kondisi gagal tumbuh pada balita,” ungkapnya, Jumat (14/10/2022).
Masih kata Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini, karena pada saat ibunya hamil, ibunya mengalami kurang darah atau anemia. Kurang darah atau anemia pada ibu hamil dikarenakan sejak calon ibu sudah mengalami anemia kronis.
“Salah satu penyebab wanita bisa kekurangan darah atau anemia adalah menstruasi. Sehingga kepada seluruh siswi SMKN 1 Jetis agar mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi, karena zat besi menjadi salah satu faktor utama dalam memproduksi sel darah merah pada tubuh,” himbaunya.
Selain itu, kebutuhan zat besi pada tubuh sebesar 15 mg setiap harinya. Bupati menjelaskan, jika makanan yang mengandung zat besi yaitu bayam, daun ketela kacang-kacangan, jeroan, tapi lebih tepatnya adalah hati.
“Jadi makanan yang paling tinggi kandungan zat besinya yaitu hati, bisa hati ayam, hati kambing, hati sapi, kemudian kuning telur. Karena faktanya 30 persen atau 1/3 remaja putri di Indonesia mengalami kondisi yang namanya anemia atau kekurangan darah,” ujarnya.
Orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto ini menjelaskan, para siswi atau remaja putri yang mengalami anemia atau kekurangan darah bisa menyebabkan mudah mengantuk, otak tidak bisa berpikir dengan cepat, dan tidak bisa konsentrasi.
“Anemia yang disebabkan karena menstruasi setiap bulannya, sehingga solusinya harus makan makanan yang mengandung zat besi dan minum TTD setiap minggunya. Ada dua faktor yang dapat menghambat dan mempercepat penyerapan zat besi pada tubuh,” ujarnya.
Yakni minum kopi dan teh setelah makan sebelum satu jam dapat menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh. Akan tetapi minum jus jeruk atau semacamnya bisa mempercepat penyerapan zat besi di dalam usus.
“Selain itu, penyerapan zat besi dalam tubuh bisa berbentuk Ferri dan Ferro. Terdapatnya zat asam di dalam perut yang berbentuk Ferro maka akan mudah diserap, akan tetapi jika bentuknya Ferri maka susah untuk diserap,” tuturnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Mojokerto”]
Ada dua yang menghalangi penyerapan zat besi cukup diingat dua saja yaitu teh dan kopi. Bupati menghimbau khususnya bagi remaja putri jika agar tidak minum teh atau kopi. Boleh teh dan kopi tapi minumnya menunggu jeda waktu ssatu jam setelah makan.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMKN 1 Jetis, Ladi berterima kasih kepada Bupati Ikfina yang telah membagikan tablet penambah darah untuk siswi SMKN 1 Jetis. Ia menilai program tersebut sangat dibutuhkan para siswi yang akan menjadi calon ibu nantinya.
“Mudah-mudahan dengan pil tambah darah ini dapat mengurangi penyakit anemia dan juga menjaga ibu dan bayinya nanti sehat,” pungkasnya.
Gerakan minum TTD tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto dr. Ulum Rokhmat, Kepala Puskesmas Jetis, Kepala Puskesmas Kupang, serta Forkopimca Jetis. [tin/beq]






