Malang (beritajatim.com) – Pos Pelayanan Terpadu atau Posyandu Kesehatan di Kabupaten Malang, mengimbau agar seluruh masyarakat membawa putra putri mereka yang masih balita, untuk segera memperoleh layanan imunisasi. Salah satunya, imunisasi campak yang digelar di Balai Desa Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (2/2/2023) siang.
Menurut Bidan Desa Ngadilangkung, Yudha Purwanidyah, mengatakan, sebagai antisipasi untuk meminimalisir anak dari dampak terpapar campak, harus dilakukan imunisasi segera. “Kita umumkan ke ibu kader dan PKK di Kabupaten Malang juga, bagi balita yang belum dapat campak hendaknya segera mengikuti imunisasi campak,” ujar sapaan akrab Yudha Purwanidiyah.
[berita-terkait number=”5″ tag=”posyandu”]
Dyah mengaku, anak anak akan sangat rentan terpapar campak bagi yang belum mendapat imunisasi campak. Jika seorang anak terkena campak, proses penyembuhannya juga akan lebih cepat bagi anak yang sudah mendapatkan proses imunisasi campak. “Jika terkena campak, yang sudah divaksin ini akan lebih cepat proses penyembuhannya daripada yang belum vaksin, campak,” tegas Dyah.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang mengimbau para orang tua untuk segera membawa putra-putrinya melakukan imunisasi. Terutama untuk imunisasi campak. Baik melalui Posyandu, Puskesmas atau bisa dilakukan di sekolah dasar (SD) secara gratis.
Hal tersebut sebagai bentuk tindak lanjut atas temuan 21 suspek campak di Kabupaten Malang. Dimana saat ini, 21 sampel suspek tersebut telah dikirimkan ke laboratorium Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian (P2D) Dinkes Kabupaten Malang Tri Awignami Astoeti mengingatkan, agar masyarakat perlu waspada. Mengingat campak juga termasuk penyakit menular. “Cakupan imunisasi kita 97 persen yang lengkap, termasuk campak. Kalau dilihat di desa-desa ada memang yang masih butuh lebih merata,” beber Awig.
Selain melakukan imunisasi, ada beberapa hal berkaitan dengan perilaku hidup sehat perlu dilakukan sebagai langkah antisipasi. Termasuk pemenuhan gizi pada balita dengan seimbang serta melengkapi semua imunisasi. “Selain terus diimbau juga perlu kesadaran kemauan masyarakat,” Awig mengakhiri. (yog/kun)






