Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, membagikan 150 ribu bibit lombok dan bawang merah gratis kepada warga. Ini merupakan bagian dari pencegahan lonjakan inflasi terlalu tinggi.
Bupati Hendy Siswanto mengatakan, bibit-bibit tersebut untuk ditanam di pekarangan rumah warga. “Ini bibit cepat panen, hanya butuh waktu tiga minggu sampai satu bulan,” katanya, ditulis Senin (12/12/2022).
Bibit lombok dan bawang merah jadi pilihan karena andil terhadap inflasi di Jember. “Ini program Rumah Pangan Lestari (RPL). Jadi memang khusus rumah tangga saja,” kata Hendy. Tak hanya warga di tiga kecamatan perkotaan yang mendapat jatah, tapi juga masyarakat di kecamatan-kecamatan lain.
“Kalau nanti 150 ribu bibit itu panen, dimakan sendiri, masyarakat tidak perlu beli lagi di pasar. Ini tentunya akan menekan harga sehingga stabil,” kata Hendy.
Selain pembagian bibit gratis, Pemkab Jember juga melakukan penetrasi melalui operasi pasar. “Menjelang natal dan tahun baru, kita tekan harga (komoditas) agar tidak naik. Kita kendalikan inflasi. Inflasi perlu, tapi tidak tinggi,” kata Hendy.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Kabupaten Jember mengalami inflasi sebesar 0,81 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 115 persen pada November 2022. Inflasi ini tertinggi di Jawa Timur. Inflasi terendah di Jatim terjadi di Kota Malang sebesar 0,12 persen.
Kenaikan harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 8,9 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 5,87 persen; kelompok perumahan, air, listrik dan bahar bakar rumah tangga sebesar 7,47 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 7,61 persen.
Inflasi kelompok transportasi sebesar paling tinggi yakni 14,18 persen. Sementara kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 5,22 persen. Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 7,48 persen; dan perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 7,79 persen.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkab-jember”]
Inflasi kelompok kesehatan relatif rendah yakni 0,68 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,79 persen. Kelompok pendidikan mengalami inflasi sebesar 2,71 persen. Ada kelompok pengeluaran mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,79 persen.
Sebelumnya, Bupati Hendy, Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Besar Hery Purnomo, dan Tim Pengendali Inflasi Daerah sudah melakukan inspeksi ke Pasar Tanjung dan Mangli, Sabtu (10/12/2022) kemarin. Hasilnya, harga sejumlah komoditas mulai dari bawang merah, bawang putih, beras, minyak goreng, dan ayam hingga telur di Pasar Tanjung dan mangli masih cukup stabil.
Hery mengatakan, pihaknya akan ikut turut memantau distribusi penyaluran sembilan kebutuhan bahan pokok, termasuk minyak goreng. “Saya minta masyarakat untuk tidak ragu melaporkan, jika mengetahui adanya oknum penimbun sembako jelang Natal dan tahun baru,” katanya. [wir/but]






