Ponorogo (beritajatim.com) – Turnamen sepakbola Soekarno Cup di Ponorogo telah mencapai babak delapan besar. Klub-klub sepakbola lokal pun bersaing sengit untuk meraih posisi nomor satu dalam turnamen ini. Sebab, hadiah besar menanti pemenang.
Nantinya, klub sepakbola yang berhasil meraih gelar juara, akan mendapatkan kesempatan untuk bertanding di tingkat provinsi. Jika menang lagi, bukan tidak mungkin akan berlanjut bermain di stadion legendaris, Gelora Bung Karno (GBK). Tentunya, akan melawan klub-klub dari seluruh Indonesia.
“Kita mengadakan liga kampung Soekarno Cup Ponorogo. Nanti pemenang dari turnamen ini akan bertanding ke tingkat Provinsi Jawa Timur (Jatim). Bukan tidak mungkin, juga akan bertanding di Jakarta di GBK,” kata Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Rabu (04/10/2023).
Baca Juga: Upaya Pelestarian Ekosistem Laut, Ratusan Tukik Dilepaskan di Pantai Pacitan
Turnamen yang biasa disebut antar kampung (tarkam) ini, merupakan sebuah upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo untuk mencari bibit-bibit atlet yang berpotensi. Menurut Sugiri hal tersebut juga tidak terlalu berlebihan. Sebab, Ponorogo juga pernah memberikan kontribusi yang berarti di dunia sepakbola nasional. Ponorogo mencetak atlet seperti Dian Agus, mantan kiper nasional.
“Sudah ada bukti bahwa ada atlet sepak bola dari kita (Kabupaten Ponorogo). Soekarno Cup ini merupakan usaha mencari bibit atlet dari daerah,” kata Sugiri Sancoko dengan semangat.
Ketua Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Askab PSSI) Ponorogo, Rizal Akbar, mengungkapkan bahwa dalam turnamen ini terdapat 32 klub yang berkompetisi. Dia berharap bahwa bakat-bakat terbaik dari Ponorogo akan diangkat dan mewakili daerah ini di tingkat provinsi dan mungkin di tingkat nasional.
Baca Juga: Atlet 20 Negara Akan Tanding di Ajang ITF Widjojo, Pangdam: Ini Penting
“Tujuan dari Soekarno Cup adalah mencari bibit atlet. Saya berharap 50 persen dari liga tiga nantinya akan diisi oleh atlet lokal dari Ponorogo, dan tentunya kami mendapat dukungan penuh dari Bupati,” kata Rizal Akbar, menekankan pentingnya pembinaan bakat di tingkat lokal. (end/ian)






