Surabaya (beritajatim.com) – Para orang tua tentu berharap anaknya dapat tumbuh dengan sehat dan pintar. Termasuk juga dalam kemampuan belajar, seperti membaca dan juga menulis. Namun, nyatanya tidak semua anak dapat dengan mudah melakukannya. Karena sebagian dari mereka justru mengalami disleksia.
Disleksia merupakan salah satu gangguan belajar yang kerap terjadi pada anak-anak. Hal tersebut biasanya ditandai dengan kesulitan membaca, mengeja, hingga menulis. Kondisi ini terjadi akibat adanya gangguan pada saraf yang terdapat dalam bagian batang otak, di mana tugasnya untuk memproses bahasa.
Meski begitu, para orang tidak perlu terlalu khawatir. Berikut ini cara tepat untuk mengatasi kondisi disleksia, di antaranya;
Konsultasikan pada ahli
Tidak semua anak nyatanya mengalami disleksia, karena sebagian di antaranya mungkin memang masih dalam proses belajar. Sehingga para orang tua perlu untuk melakukan konsultasi pada ahlinya agar mengetahui apakah anak terdiagnosis alami kondisi gangguan belajar.
Mulai menerima
Para orang tua yang mengetahui anaknya mengalami gangguan belajar, biasanya akan merasa sedih. Namun, hal pertama yang perlu dilakukan sebenarnya ialah dengan mulai untuk menerima kondisi tersebut. Dengan begitu orang tua jadi bisa lebih membuka wawasannya perihal kondisi ini.
Memberikan pengulangan bahasa
Anak usia sekolah yang alami disleksia perlu mendapatkan pengulangan-pengulangan pembelajaran lebih intens. Karena pada pada dasarnya mereka mempunyai IQ yang normal, hanya saja mengalami gangguan dalam proses belajar. Dengan rutin melakukan pengulangan terhadap pelajaran, pada akhirnya mereka pun dapat memahami materi tersebut.
[berita-terkait number=”4″ tag=”tips”]
Gunakan metode belajar lain
Bagi anak yang alami disleksia biasanya akan lebih cepat memahami sesuatu dengan metode multi sensorik, yakni dengan berbagai macam cara, seperti melihat dan merasakan. Serta berikan akomodasi pada anak dengan memberikan ruang dan kesempatan untuk mengeksplor kemampuannya.
Bangun strategi bersama
Karena kondisi disleksia itu umumnya terjadi akibat faktor turunan atau genetik, maka disarankan agar para orang tua dan anak bisa membangun strategi bersama. Dengan begitu, satu sama lain tidak merasakan disleksia sebagai suatu masalah yang serius. Selain itu jadi bisa saling memahami dan mensupport satu dengan yang lain. (fyi/ian)






