Surabaya (beritajatim.com) – Mungkin sebagian dari Anda pernah mengalami stress yang alih-alih marah atau nangis, justru dialihkan pada makan. Hati-hati! Mungkin Anda tengah mengalami hal yang disebut emotional eating.
Dikutip dari healtylife emotional eating adalah ketika seseorang menggunakan makanan sebagai cara untuk mengatasi stress.
Ketika merasa marah, sedih atau stress, biasa orang yang mengalami akan berusaha untuk mencari dan mengonsumsi makanan yang disukai untuk menenangkan diri. Meskipun sebenarnya mereka tidak sedang lapar.
Ada beberapa penyebab dari emotional eating. Pertama, karena emosi tidak dikelola dengan baik. Kedua, mengalami tingkat kecemasan tinggi.
Ketiga, sedang melakukan diet yang ketat. Keempat, karena tekanan yang dialami oleh penderita. Untuk mengatasi emotional eating coba lakukan hal berikut ini.
Coba cari pengalihan lain
Saat mengalami emosi, dan Anda merupakan seseorang yang mengalami emotional eating, coba untuk mengalihkan perhatian ke arah lain. Misalnya saja, jika sedang marah atau stress, coba lakukan kegiatan lain yang disukai. Seperti, menonton film, mendengarkan lagu atau membaca buku.
Kenali rasa laparmu
Mereka yang mengidap emotional eating biasanya tidak butuh rasa lapar untuk makan. Saat mengalami hal ini, sebelum menyentuh makanan, coba bertanya pada diri sendiri, apakah akan makan karena memang merasa lapar, atau hanya sebagai pelampiasan emosimu? Jika tidak merasa lapar, maka coba kendalikan diri dan tahan keinginan untuk makan dengan pengalihan.
Olahraga
Salah satu upaya efektif untuk mengatasi emotional eating dengan berolahraga. Bukan hanya membakar lemak yang ada di dalam tubuh, tapi dengan berolahraga, tubuh akan mulai menurunkan kadar kortisol (hormon stress). Ketika sedang merasa stress, daripada menyentuh makanan, coba saja berolahraga ya.
Cari dukungan sosial
Karena sebenarnya emotional eating itu diakibatkan oleh stress, alih-alih berusaha menanggung semuanya sendiri, coba untuk mencari support sistem bagi diri sendiri.
Memang beban tidak serta merta hilang dan teratasi. Tapi, setidaknya, sudah berusaha untuk membaginya dengan orang lain. Jika Anda merasa mengalami emotional eating, pahami dan atasi dengan beberapa cara tersebut. (dan/ian)






