Mojokerto (beritajatim.com) – Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto mengimbau Calon Jamaah Haji (CJH) untuk menghemat tenaga. Mengingat CJH asal Kabupaten Mojokerto merupakan kelompok terbang (kloter) terakhir Jawa Timur.
Kepala Kemenag Kabupaten Mojokerto, Muttakim mengatakan, pasca pengundian keberangkatan CJH asal Kabupaten Mojokerto masuk kloter terakhir, pihaknya terus melakukan himbauan.
“Setiap manasik, setiap rapat Karu (Ketua Regu) dan Karo (Ketua Rombongan) disampaikan untuk jamaah menghemat tenaga,” ungkapnya, Selasa (20/6/2023).
Masih kata Muttakim, CJH asal Kabupaten Mojokerto dihimbau untuk menghemat tenaga dan fisik. Ini lantaran saat tiba di tanah suci, CJH asal Kabupaten Mojokerto sudah masuk puncak ibadah haji. Jika tenaga dan fisik habis dikhawatirkan ada hal-hal yang tidak diharapkan.
“Yang jelas satu karena di Kabupaten Mojokerto ada beberapa KBIH yang menjadi induk dari masing-masing jamaah haji, kita berkali-kali juga menyampaikan ke KBIH yang mungkin pengurus ikut dalam rombongan haji ini. Tolong, begitu sampai di Mekkah, Madinah yang dibawa bukan bendera KBIH tapi bendera jamaah Kabupaten Mojokerto,” katanya.
Baca Juga: Bupati Mojokerto Beri Pesan Khusus untuk Calon Jemaah Haji
Sehingga, lanjut Muttakim, pihaknya meminta CJH untuk bekerja sama mensukseskan tata ibadah yang harus dilakukan. Sementara terkait kesehatan CJH asal Kabupaten Mojokerto, menurutnya pihaknya sudah menyiapkan tenaga kedokteran untuk memantau perkembangan kesehatan CJH di tanah suci. [tin/ted]






