Gresik (beritajatim.com)– Ribuan Maiyah mendatangi Wahana Ekspresi Pusponegoro (WEP) Gresik, dalam acara East Java Heritage, Jumat (25/11/2022). Mereka berduyun-duyun memadati gedung tersebut, untuk mendengarkan paparan dari Emha Ainun Najib, atau akrab dipanggil Cak Nun.
Didampingi Bupati Fandi Akhmad Yani (Gus Yani), Bupati Lamongan Yuhronur, dan Sekrataris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Timur Adi Karyono. Cak Nun menuturkan pentingnya keberadaan heritage yang berhubungan dengan sejarah siar Islam.
“Provinsi Jawa Timur termasuk provinsi yang paling tua di dunia. Sebab, jauh sebelum ada nabi kemungkinan sudah ada manusia pertama muncul disini,” tuturnya.
Budayawan asal Jombang itu menjelaskan dulu Pulau Jawa yang dikenal dengan Jawa Kuno banyak dikunjungi orang dari penjuru dunia. Mereka datang belajar rohani sejak zaman ribuan tahun lalu.
“Bila ditarik dalam sejarah Jawa Timur adalah bangsa tertua di jagad raya. Sebab, punya sejarah yang amat panjang. Kita punya heritage yang luar biasa. Ini menandakan di Jawa tidak memilik warisan material. Sebaliknya warisan yang dimiliki adalah warisan rohaniah,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”cak-nun”]
Khusus Gresik lanjut dia, merupakan gerbang Wahyu. Pasalnya, daerah ini menjadi pintu masuk siar agama islam di Pulau Jawa.
“Di sejarah sudah ada kalau Islam pertama kali masuk di Jawa berasal dari Gresik lalu menyebar ke daerah lain,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, tidak salah bila heritage di Gresik banyak memiliki catatan yang panjang.
“Sejarah siar agama Islam di Pulau Jawa selalu berkaitan dengan sejarah Gresik,” katanya.
Sekdaprov Jawa Timur Adi Karyono menyatakan Provinsi Jawa Timur sebagai peradaban islam dunia sehingga perlu dilestarikan. Di pesisir Pulau Jawa banyak sekali warisan budaya. Jatim tidak hanya berkontribusi di Jazirah Arab tapi juga ke dunia. (dny/ted)






