Jember (beritajatim.com) – Muhaimin Iskandar yang biasa disapa Cak Imin terkejut mendapat pertanyaan dari seorang hadirin Slepet Imin di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (3/2/2024) malam, soal relasinya dengan Yeni Wahid, putri sulung Abdurrahman Wahid, yang selama ini renggang sejak konflik internal Partai Kebangkitan Bangsa belasan tahun lalu.
“Ini di luar dugaan. Masa kita lagi ngomongin negara, ini ngajak ngomong (soal) keluarga. Gak bahaya tah?” kata Muhaimin yang menjadi calon wakil presiden mendampingi Anies Baswedan.
Muhaimin enggan berkomentar banyak. “Karena di NU itu demokratis, tapi ada yang namanya kaidah jumhur ulama. Kesepakatan ulama terbesar, yang terbanyak diikuti ulama. Konteks keluarga dan di luar keluarga inilah yang menjadi fakta politik dan fakta potensi kultur politik yang terbangun,” katanya.
“Artinya perbedaan itu biasa. Yang penting pengakuan terhadap perbedaan itu tidak kemudian merusak cita-cita politik kita. Hubungan kekeluargaan bisa saja panas, tapi tidak boleh merusak tujuan politik kita,” kata Muhaimin.
“Tidak usah jauh-jauh kalau ngomong soal politik ini. Saya kaget seminggu yang lalu kalau tidak salah, tiba-tiba meng-upload di IG-nya, semua istri calon presiden dan calon wakil presiden. Di situ istri calon presiden dan calon wakil presiden 01 dan 03. Saya kaget, kok tidak ada (calon nomor urut) 02? Oh berarti Yeni melakukan PDKT (melakukan pendekatan, red),” kata Muhaimin.
Muhaimin melihat Yeni sedang menyampaikan pesan untuk tidak menutup dialog politik, kendati berbeda kubu dukungan. Yeni saat ini mendukung pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD. “Dialog politik itu penting supaya kita tahu sebetulnya agenda nasional kita apa sih? Agenda nasional kita menyelamatkan demokrasi. Soal perbedaan itu biasa. Apalagi perbedaan di keluarga NU,” katanya.
“Tapi intinya, urusan perbedaan pendapat tidak boleh merusak prinsip dan membubarkan sistem politik yang kita bangun,” kata Muhaimin. [wir]






