Jember (beritajatim.com) – Hendy Siswanto, calon bupati petahana nomor urut 1, menegaskan, pentingnya perlindungan terhadap hak perempuan dan anak sebagai bagian dari hak asasi manusia (HAM).
Penegasan ini disampaikan Hendy, dalam debat pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Jember, Jawa Timur, putaran kedua, di Ball Room Cempaka Hill, Sabtu (9/11/2024) malam. Hak asasi manusia adalah salah satu subtema dari tema besar Strategi dan Inovasi Peningkatan Pelayanan Publik, Tata Kelola Regulasi dan Birokrasi.
Filosofi HAM dalam kehidupan, menurut Hendy, menyangkut keadilan dan kesetaraan. “Kita wajib membantu satu dengan yang lain, menghormati satu dengan yang lain. Kerangka hukumnya ada. Ini adalah bentuk bernegara kita. Filosofi HAM dikemas dalam kerangka hukum,” kata Hendy.
Semua hal dalam kehidupan memiliki aturan yang tidak boleh dilanggar. “Ada hak perempuan yang harus kita lindungi. Jangan tidak dilindungi. Hak anak mendapatkan pendidikan, mendapatkan tempat yang layak,” kata Hendy.
Hendy menyebutkan besarnya peran perempuan dalam kehidupan. “Perempuan adalah segalanya buat kita semua. Kita mempunyai ibu. Orangtua kita harus kita hormati. Maka untuk filosofi kehidupan kita dalam HAM, harus kita lakukan bersama-sama. Kita junjung tinggi hak dan kewajiban mereka. Perlindungan kepada mereka harus total kita berikan,” katanya.
Hendy menyerukan kepada semua pihak untuk menekuni filosofi HAM untuk menghormati sesama manuisia. “Jember menjadi kundusif seperti sekarang, karena masyarakat Jember menghormati hak satu dengan yang lain secara kaffah,” katanya.
Hendy bertekad tak akan melukai hati siapapun. “Karena esensinya ini adalah untuk kita semua. Hidup hanya sekali dan kita wajib menghormati,” katanya.
Sementara itu, Muhammad Fawait, calon nomor urut 2, mengatakan, hak asasi manusia adalah istilah internasional. “Istilah kita adalah hak konstitusional,” katanya.
Hak konstitusional itu termasuk hak bagi angkatan kerja untuk mendapatkan pekerjaan. “Hari ini pengangguran kita tinggi, kemiskinan kita tinggi, bahkan lebih tinggi dibandingkan tahun 2019. Bahkan ketimpangan kita semakin tinggi. Saya pikir pemerintah Jember yang kemarin belum memenuhi dan menghormati hak asasi manusia rakyatnya,” kata Fawait.
Fawait mengapresiasi penghargaan yang diterima Hendy. “Namun yang dibutuhkan masyarakat Jember, perutnya harus kenyang. Anaknya harus berpendidikan. Keluarganya harus mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik. Saya berharap, saat memimpiun bersama Pak Djoko (Susanto), saya pastikan kemiskinan turun, pengangguran turun, dan ketimpangan juga akan turun,” katanya.
Pilkada Jember diikuti dua pasangan calon. Pasangan calon nomor urut 1, Hendy Siswanto-Muhammad Balya Firjaun Barlaman, diusung PDI Perjuangan, dan didukung dua partai non parlemen yakni Partai Ummat dan Partai Persatuan Indonesia (Perindo).
Pasangan calon nomor urut 2, Muhammad Fawait-Djoko Susanto diusung tujuh partai parlemen di DPRD Jember, yakni Gerindra, PKB, Nasdem, PKS, Golkar, PAN, dan PPP. Selain itu ada tujuh partai nonparlemen yang juga mendukung. [wir]






