Magetan (beritajatim.com) – Riska Khoirunisa, pegawai salah satu minimarket Desa Pragak, Parang, Magetan, Jawa Timur terkejut. Saat membuka rolling door minimarket tempatnya bekerja, pintu kedua sudah terbuka lebar, merasa curiga, dia pun mengecek ke dalam. Saat masuk, kondisi minimarket sudah acak-acakan. Laci kasir terbuka. Terlebih, sejumlah barang dagangan di etalase sudah raib.
Tak hanya itu, plafon toko juga rusak di dua titik. Satu di dekat pintu dan pojok belakang toko. Diduga toko tersebut disatroni maling dengan merusak internit toko. Riska pun menghubungi pemilik toko dan melaporkan kejadian tersebut. Berikut, lampiran dilanjutkan pemilik ke polsek setempat.
“Kondisi toko acak acakan, plafon atas pintu dan pojok belakang sudah jebol. Setelah saya periksa lagi, laci kasir terbuka, server dirusak dan sejumlah barang hilang,” kata Riska. Rabu (30/03/2022).
Dia mengungkapkan uang dalam laxi kasir sudah raib. Totalnya sekitar Rp 900 ribu, berikut barang yang diambil maling adalah deodoran, minuman, dan sejumlah roti Total kerugian sekitar Rp 2 juta.
Sejumlah anggota polsek Parang dan tim ident dari Polres Magetan yang datang dan memeriksa lokasi kejadian dan menanyai para karyawan.]
[berita-terkait number=”4″ tag=”magetan”]
“Dugaan sementara, maling masuk melalui atap dari sisi belakang dengan memanjat dinding kemudian mencongkel atap yang gampang dibuka karena terbuat dari gafalum. Setelah sampai di atas masuk dengan merusak plafon dan masuk kedalam toko,” terang AKP Heri Joko Prayitno Kapolsek Parang.
Kamera pengawas di toko tersebut gagal merekam aksi pencurian tersebut. Diduga kuat, para pelaku sudah menggeser arah kamera ke atas. Berikut, menggondol server CCTV toko.
” Dari keterangan pegawai toko, pencuri mengambil uang, barang dagangan, dan minuman. Pencuri juga sempat berusaha membuka brankas namun tidak berhasil, pencuri hanya berhasil membawa uang senilai Rp 900 ribu dan barang barang lainya,” terang Heri sembari menyebut kasus itu masih dalam penyelidikan polisi. [fiq/but]






