Surabaya (beritajatim.com) – Ratusan buruh PT Hair Star Indonesia menggelar aksi demonstrasi di sekitar Jalan Tunjungan, pada Selasa, (04/01/2022). Mereka menuntut pesangon dan hak-hak agar dipenuhi usai tempat bekerja dinyatakan pailit oleh Pengadilan, 27 September 2021 lalu.
Ratusan buruh mulai mendatangi kantor Bank Permata sejak pukul 12.00 WIB. Mereka terlihat membawa satu mobil komando yang diiringi puluhan sepeda motor. Para buruh yang mengenakan pakaian merah dan biru itu terlihat membawa bendera dengan tulisan Serikat Pekerja Nasional (SPN). Mereka juga membawa spanduk besar berisi tuntutan.
“STOP. Batalkan lelang sepihak aset-aset PT HSI oleh Bank Permata, sebelum kejelasan tentang hak-hak kami karyawan PT HSI, gaji yang belum terbayar-kekurangan THR, Pesangon,” tulis spanduk tersebut.
Orator di mobil komando mengatakan, para buruh ingin agar gaji, pesangon dan tunjangan hari raya yang belum diterima sejak Mei 2021 hingga sekarang, agar segera dibayarkan.
“Tujuan kami menuntut hak sisa gaji kami yang terutang, pesangon, THR,” kata orator.
[berita-terkait number=”4″ tag=”demo-buruh”]
Selain itu, mereka juga meminta agar pihak Permata Bank selaku pemegang aset perusahaan tidak menjual secara sepihak, dengan harga yang murah. Sebab, jika itu terjadi, mereka tidak bakal mendapat gaji yang tertunggak.
“Kami minta Permata Bank tidak menjual aset perusahaan (PT Hair Star Indonesia) dengan sepihak. Kalian bisa dapat uang, gaji kami gimana?,” lanjut orator.
Meski berjalan damai, ratusan buruh PT Hair Star Indonesia tersebut memenuhi jalanan di depan Permata Bank. Hal itu, membuat pihak kepolisian menutup akses Jalan Tunjungan untuk sementara. Petugas pun terpaksa melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalirkan pengendara untuk melewati jalan memutar. Dampaknya, Jalan Praban dan Jalan Genteng Kali pun mengalami kemacetan. [ang/but]






