Lamongan (beritajatim.com) – Jika dulu pohon Juwet atau yang bernama latin Syzygium Cumini ini merupakan pohon yang banyak ditemui di Indonesia, namun kini keberadaannya mulai langka dan jarang ditemui.
Salah satu desa di Kabupaten Lamongan, yang kini masih membudidayakan tanaman Juwet tersebut adalah Desa Lopang. Diketahui, di desa itu terdapat kebun seluas 30 hektar yang ditumbuhi pohon juwet berusia hingga puluhan tahun.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan, bahwa pihaknya ke depan berkeinginan untuk dapat mengembangkan kebun tersebut. Hal itu disampaikannya saat berkunjung ke wisata petik buah di kebun Juwet Desa Lopang Kecamatan Kembangbahu. Bahkan, menurutnya kebun Juwet ini dapat dijadikan sebagai salah satu wisata unggulan desa di Kabupaten Lamongan.
“Ini buahnya sangat luar biasa, melebihi anggur, ada kekhasannya sendiri, agak sepet sedikit, dan ini memang sulit ditemui di tempat-tempat lain. Untuk itu, ini nanti kita kembangkan terus supaya nanti banyak yang berkunjung. Ya sebagai wisata unggulan desa dan tempat persinggahan teman-teman yang sedang melakukan fun bike atau olahraga bermotor misalnya,” ungkap Bupati YES saat mengunjungi kebun juwet di sela-sela kegiatan ngetrailnya, Minggu (22/8/2021).
[berita-terkait number=”4″ tag=”bupati-lamongan”]
Selain memperkenalkan dan mengajak masyarakat untuk mengunjungi kebun Juwet di Desa Lopang ini, Bupati YES juga menambahkan, bahwa pohon-pohon yang ditanam dalam kebun tersebut memiliki usia puluhan tahun, bahkan hingga 50 tahun. “Silahkan kunjungi tempat ini dan nikmati suasana yang sangat luar biasa. Juwet di sini sudah tumbuh bertahun-tahun, ada yang 50 tahun, 30 tahun, tapi rata-rata sudah berumur 50 tahun,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Lopang, Suparto juga mengungkapkan bahwa pohon Juwet di desanya merupakan pohon peninggalan nenek moyang. Ia bertekad untuk terus mempertahankan keberadaan kebun tersebut agar tidak punah. Ia juga berharap, ke depannya setelah semua yang terdampak Covid-19 membaik, kebun yang juga didukung dengan keberadaan sendang ini dapat menjadi inovasi wisata di daerahnya.
“Ini kedepan kami berdayakan dan kalau bisa kami tambah lagi untuk penanaman pohon Juwet, rencana untuk wisata desa. Jadi inovasi sendang itu dijadikan tempat wisata. Di samping itu, kebun Juwet ini juga terus kita budayakan,” kata Suparto.[riq/ted]






