Lamongan (beritajatim.com) – Seiring dengan keberhasilan Kabupaten Lamongan menjadi yang pertama dalam penerapan PPKM Level 1 di wilayah Jawa Bali, untuk itu Bupati Lamongan Yuhronur Efendi angkat bicara terkait kabar menggembirakan tersebut.
Hasil tersebut diketahui berdasarkan asesmen situasi Covid-19 yang dirilis Kemenkes RI per hari ini, Rabu (8/9/2021). Selain itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, juga telah menegaskan informasi atas keberhasilan kabupaten yang terkenal dengan sebutan kota soto tersebut di laman Instagramnya.
Pada kesempatan ini, orang nomor satu di Lamongan ini membeberkan, bahwa kunci keberhasilan tersebut dapat diraih lantaran Lamongan terus mematuhi segala peraturan yang di tetapkan oleh pemerintah pusat. Menurutnya, kunci utama keberhasilan ini terletak pada jalinan komunikasi dan sinergitas yang baik antara pemangku kebijakan dan masyarakat.
“Kita terus mematuhi aturan pusat yang telah tertuang di INMENDAGRI. Untungnya, seluruh masyarakat di Lamongan sangat memahami dan selalu bekontribusi dalam mensukseskan penanganan Covid-19 di Lamongan ini,” ujar Bupati yang akrab disapa Bupati YES ini kepada wartawan, Rabu (8/9/2021).
Tak hanya itu, Bupati YES menuturkan, bahwa selama ini kolaborasi antar lembaga, komunitas maupun seluruh elemen masyarakat di Lamongan terus juga digalakkan dan ditingkatkan. Hal tersebut bisa dibuktikan melalui gencarnya aktifitas yang dilakukan oleh 3 pilar Kabupaten Lamongan secara gotong royong dalam menangani Covid-19.
“Tiga pilar, yakni Pemerintahan, TNI, dan Polri di Lamongan terus memperkuat sinerginya dengan baik, sekaligus juga didukung oleh peran serta masyarakat dalam hal ini Toga (tokoh agama) dan Tomas (tokoh masyarakat) di masing-masing wilayahnya,” terangnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkab-lamongan”]
Meski telah berhasil memperoleh capaian tersebut, tetapi Bupati YES mengaku bahwa hingga kini pihaknya masih belum berani melonggarkan sejumlah aturan yang ada. Menurutnya, terkait aturan pemberlakuan di Level 1 ini pihaknya masih menunggu INMENDAGRI.
“Saya harap warga tetap waspada dan senantiasa menerapkan protokol kesehatan secara tertib. Mengenai kelonggaran dan aturan Level 1 ini, kami masih menunggu INMENDAGRI pada tanggal 13 september mendatang,” lanjutnya.
Sebagai langkah lanjutan adanya predikat Level 1 ini, Bupati YES mengimbau kepada masyarakat untuk sementara tetap bersabar dan tidak melakukan euforia mobilisasi massa yang bisa menimbulkan kerumunan dan hal-hal yang mengkhawatirkan.
“Kembali lagi saya tekankan kita harus tetap waspada dan patuhi aturan yang berlaku. semoga keadaan ini akan semakin membaik lagi,” pungkasnya.[riq/ted]






