Sumenep (beritajatim.com) – Bupati Sumenep, Ach. Fauzi mengunjungi rumah duka korban kebakaran Depo Pertamina Plumpang Koja, Jakarta Utara, di Desa Saroka, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep. Sambil menyatakan duka cita yang mendalam, Fauzi juga menyerahkan santunan bagi ahli waris korban.
“Kedatangan kami ke sini untuk bersilaturahmi, sekaligus kami membawa sedikit santunan dari Pemkab Sumenep. Ini bentuk empati kami terhadap keluarga almarhumah. Kami turut berbela sungkawa,” katanya, Sabtu (11/3/2023).
Dalam penyerahan santunan tersebut, Bupati Fauzi didampingi Kapolres Sumenep, AKBP Edo Satya Kentriko, Kepala Dinsos P3A Achmad Dzulkarnain, Kepala BPBD Wahyu Kurniawan Pribadi, Kapolsek, serta Camat Saronggi.
“Apa yang dialami almarhum dan almarhumah ini merupakan takdir Yang Maha Kuasa. Tidak ada manusia yang menginginkan musibah, tapi ini memang takdir-Nya. Semoga almarhum dan almarhumah diterima di sisi-Nya, dan yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ucap Fauzi.
Baca Juga:
Dua Korban Meninggal Kebakaran Depo Plumpang Warga Sumenep
Ia berjanji akan membantu biaya pendidikan kedua anak korban yang saat ini masih berada di bangku kelas 2 SMA dan 1 SMP hingga lulus.
“Pak Kadis Sosial tolong dibantu sekolahnya anak-anak ini ya. Carikan anggaran agar keduanya tetap sekolah. Kalau yang SMP komunikasikan dengan Dinas Pendidikan Kabupaten. Kalau yang SMA bicarakan dengan Dinas Pendidikan Provinsi,” ujar Fauzi.
Sementara ayah almarhumah, Susilo Utomo, mengucapkan terima kasih kepada Bupati yang telah berkenan berkunjung ke rumahnya untuk memberikan bantuan. “Kami ini orang desa Pak. Terima kasih Pak Bupati berkenan membantu kami, termasuk membantu sekolah cucu saya supaya tidak putus sekolah,” ucapnya.
Baca Juga:
Kebakaran Plumpang, 297 Warga Masih Mengungsi
Dua warga Sumenep menjadi korban meninggal dalam kebakaran Depo Pertamina Plumpang Koja, Jakarta Utara. Kedua korban teridentifikasi merupakan ibu dan anak atas nama Dayu Nurmawati (39) dan Hardito (22), asal Desa Saroka, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura.
Jenazah tiba di rumah duka pada Sabtu (11/3/2023) dini hari. Dayu bersama anak sulungnya, Herdito, merupakan perantau yang mengadu nasib ke Jakarta. Mereka baru dua bulan tiba di ibu kota dan mencari nafkah dengan menjadi penjaga toko kelontong. Dua anak Dayu yang lain, masing-masing Imama Nafiah dan Apria Ningsih tidak dibawa ke Jakarta. Mereka tinggal bersama kakeknya di Saronggi karena masih bersekolah. [tem/beq]






