Ponorogo (beritajatim.com) – Suasana Pendopo Kabupaten Ponorogo pada Senin (25/8/2025) tampak berbeda. Puluhan pasangan mengenakan busana rapi duduk berjejer, menunggu giliran mengikuti sidang isbat nikah terpadu. Sebanyak 28 pasangan akhirnya resmi mendapatkan buku nikah, tanda legalitas hukum perkawinan mereka.
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko yang hadir langsung dalam acara itu memberikan pesan mendalam. Ia menekankan pentingnya menjaga rumah tangga dengan prinsip Samarabamaka, akronim dari sakinah, mawadah, warohmah, berkah, maslahah, dan kaya.
“Hari ini Ponorogo mantu gedhen. Samarabamaka, sakinah, mawadah, warohmah, barokah, maslahah, dan kaya,” kata Bupati yang akrab disapa Kang Giri itu sambil menyalami pasangan peserta isbat.
Menurut Kang Giri, sidang isbat nikah terpadu bukan sekadar acara seremonial. Lebih dari itu, legalitas dokumen perkawinan akan memberi kepastian hukum bagi pasangan dan anak-anak mereka di masa depan. Mulai dari hak waris, hak pasangan, hingga perlindungan hukum lainnya.
“Dengan adanya buku nikah, problem yang muncul di kemudian hari bisa diminimalisir. Saya ucapkan selamat menempuh hidup baru, semoga segera diparingi momongan,” ucapnya disertai canda, membuat pasangan peserta tersenyum lega.
Salah satu pasangan, Sardi dan Sri Wahyuni, mengaku sangat bersyukur. Selama puluhan tahun mereka hidup tanpa dokumen nikah, setelah surat nikah mereka hangus terbakar dalam peristiwa kebakaran.
“Nikah dari tahun 1982, lalu pada 1985 kebakaran dan surat nikah ikut hangus,” kenang Sardi. Kini, setelah mengikuti sidang isbat, mereka bisa bernapas lega karena status pernikahan mereka kembali memiliki bukti resmi.
Program sidang isbat nikah terpadu ini merupakan hasil penyisiran berbagai pihak terhadap pernikahan yang belum tercatat secara negara maupun agama. Dengan cara ini, Pemkab Ponorogo berupaya memastikan warganya memiliki dokumen kependudukan yang sah.
Bagi Kang Giri, pesan Samarabamaka bukan sekadar doa, melainkan harapan agar rumah tangga warga Ponorogo benar-benar terjaga.
“Rumah tangga yang sakinah dan penuh keberkahan akan membawa maslahah, bahkan bisa menuntun pada kecukupan hidup,” pungkasnya. (end/but)






