Sidoarjo (beritajatim.com) – Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor), bersama dengan Ketua KPU Jawa Timur dan KPU Sidoarjo serta tim komisionernya, dengan hangat menerima delegasi dari KPU Kota Makassar dan KPU Sulawesi Selatan dalam upacara serah terima kirab Pemilu 2024 di Pendopo Delta Wibawa pada Minggu (20/8/2023).
Kirab ini merupakan bagian dari kampanye elektoral yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia, baik di tingkat nasional maupun tingkat akar rumput. Kabupaten Sidoarjo adalah titik kelima dari perjalanan kirab ini setelah melewati kota Makassar, dan nantinya akan dilanjutkan ke Mojokerto. Sebelum serah terima, bendera dari 18 partai politik ini akan diarak melalui seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Sidoarjo di bawah pengawasan Komisi Pemilihan Kecamatan (PPK).
Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali menekankan bahwa dalam konteks pemilihan, produknya adalah para pemimpin. Oleh karena itu, sangat penting bagi pemilih pemula untuk memahami dampak pilihan mereka terhadap masa depan.
“Hasil dari pemilihan adalah para pemimpin yang esensinya tidak hanya berdasarkan kuantitas tetapi juga kualitas. Di masa depan, akan terlihat sejauh mana perubahan yang dibawa oleh para pemimpin yang terpilih,” ujarnya.
Gus Muhdlor menekankan pentingnya pendidikan politik, terutama bagi generasi muda, sebagai upaya untuk memilih pemimpin yang mampu membawa perubahan positif.
“Hasil dari pemilihan bukan hanya tentang jumlah partisipan, tetapi kualitas para pemilih, terutama pendidikan politik pada generasi muda, yang harus kita tekankan dan tanamkan,” jelasnya.
Dia juga berharap bahwa KPU Kabupaten Sidoarjo akan fokus pada pendidikan politik bagi para pemilih, khususnya generasi muda, mengingat bahwa 40 persen pemilih di Sidoarjo adalah pemula dalam proses pemilihan.
“Semoga melalui KPU dan semua komisionernya, Kabupaten Sidoarjo menjadi pembawa pesan bahwa pemilihan di Sidoarjo bukan hanya tentang angka, tetapi juga tentang kualitas yang melampaui harapan masyarakat,” harap Gus Muhdlor, yang juga merupakan alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga Surabaya.
Baca Juga: Gus Muhdlor Siapkan Program Bantuan Modal Bagi IKM Sidoarjo
Sementara itu, Ketua KPU Jawa Timur, Zainul Anam, menyampaikan kepada delegasi KPU dari Sulawesi Selatan dan Kota Makassar bahwa Sidoarjo adalah salah satu kabupaten penting di Jawa Timur di antara total 38 kabupaten/kota, dengan jumlah pemilih yang signifikan, yakni sekitar 1.490.000 pemilih.
“Kami menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati Sidoarjo yang telah memberikan kontribusi luar biasa dalam penyelenggaraan pemilihan, yang terbukti dari kelancaran acara ini yang begitu meriah dan mewah,” ungkapnya.
Penting untuk dicatat bahwa tujuan dari kirab pemilihan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan menyebarkan informasi mengenai Pemilu 2024. Pemilihan adalah mekanisme damai dan legal untuk proses pergantian kekuasaan.
Selain itu, kirab ini bertujuan untuk menunjukkan pemilihan sebagai sarana integrasi nasional, dengan menggambarkan keberagaman budaya, tradisi, seni, dan kesatuan bangsa Indonesia dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
[berita-terkait number=”3″ tag=”pemkab-sidoarjo”]
Dalam acara ini, sebuah deklarasi ditandatangani, mengafirmasi pemilihan sebagai mekanisme integrasi nasional. Bupati Sidoarjo, perwakilan dari kepolisian dan militer, anggota legislatif, serta 18 Partai Politik, ikut serta dalam penandatanganan deklarasi ini. Selain itu, Bupati secara resmi memulai kirab Bendera Parpol di 18 Kecamatan di Kabupaten Sidoarjo. (isa/ted)






