Sidoarjo (beritajatim.com) – Menginjak 2,5 tahun pemerintahan Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali, pemerataan pembangunan infrastruktur terus didorong di 18 kecamatan. Terutama jalan beton antar desa untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi.
Termasuk juga menghidupkan Bumdes, revitalisasi ruang terbuka hijau (RTH) atau fasum, memberdayakan perempuan desa untuk mandiri serta mendorong UMKM naik kelas. Program kerja pemkab tersebut tentunya harus dikawal bersama untuk memastikan program tersebut berjalan sesuai rencana.
Untuk mengawal program pembangunan tersebut Bupati H. Ahmad Muhdlor Ali dan Wabup H. Subandi memanfaatkan momen safari berkeliling dari satu desa ke desa lain. Hadir pula Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Inf. Guntung Dwi Prasetyo dan sejumlah kepala OPD saat berkunjung ke Desa Kepatihan Kecamatam Tulangan.
Bupati, Wabup dan rombongan mengajak para warga untuk berdialog. Tujuannya untuk menyerap aspirasi pembangunan yang ada di desa mereka. Putra KH. Agoes Ali Masyhuri itu meminta warga mengeluarkan uneg-unegnya. Saran maupun kritik akan ia tampung bagi perbaikan pembangunan.
Menurut bupati, safari ini menjadi bagian penting bagi pembangunan. Pasalnya pembangunan yang dijalankannya semata-mata untuk warganya. Bukan untuk dirinya. Oleh karenanya membangun Kabupaten Sidoarjo akan ia lakukan dengan maksimal.
BACA JUGA:
Anggaran Rp 2,25 Miliar untuk Insentif dan Honor Tenaga Kesehatan-Kader Posyandu di Sidoarjo
“Pemerataan pembangunan infrastuktur jalan antar desa harus terus didorong karena itu akan mendongkrak ekonomi warga desa. Kami di pemerintahan sejatinya pelayan rakyat, pelayan penjenengan semua, monggo penjengan sampaikan masukan. Kiranya pembangunan di desa yang memang bersifat sangat penting untuk disegerakan. Khusus untuk pembangunan jalan beton tiap tahun terus kita kebut,” ucapnya Sabtu (29/7/2023).
Bupati yang akrap disapa Gus Muhdlor itu menyampaikan kegiatan safari keliling dari desa ke desa juga dimaksudkan untuk memantau perkembangan pembangunan dan pemerintahan di tingkat desa. Dengan turun langsung, ia akan tahu berapa jauh pelaksanaan pembangunan yang ada.
Selain itu tujuannya untuk menjaga wilayah Sidoarjo tetap kondusif dan harmonis. Dan menurutnya yang terpenting dari kedatangannya adalah dapat menjalin silaturahmi dengan warganya.
“Semoga kegiatan semacam ini dapat terus mempererat ikatan antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus memajukan pembangunan di berbagai desa di Kabupaten Sidoarjo,” harap alumni Fisip Unair Surabaya itu.
BACA JUGA:
Hari Yulianto Salurkan Beasiswa PIP Guruh Soekarnoputra untuk 1.076 Pelajar Sidoarjo
Dalam kegiatan tersebut Bupati Gus Muhdlor sekaligus meresmikan pembangunan Masjid Baitussalam itu. Pembangunan masjid seperti ini menjadi bagian dari upaya pemakmuran tempat ibadah. Kedatangannya tidak dengan tangan kosong. Ia serahkan bantuan berupa 1 unit AC, 1 set pengeras suara, dan 15 kitab suci Alquran bagi masjid tersebut.
Ketua Takmir Masjid Baitussalam, H. Imron mengucapkan rasa terima kasih atas kedatangan Bupati Sidoarjo beserta rombongan. Dukungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sangat berarti bagi Desa Kapatihan.
Ia berharap upaya memakmurkan masjid dapat terus dilakukan Bupati Gus Muhdlor bersama Wabup H. Subandi. “Kedatangan bupati dan wakil bupati di masjid kami akan memberikan manfaat yang besar bagi warga Kepatihan,” ucapnya.
Usai berdialog, kegiatan safari di Desa Kepatihan Tulangan tersebut ditutup dengan tumpengan bersama. [isa/beq]






