Ponorogo (beritajatim.com) – Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengungkapkan pentingnya peran koperasi sebagai soko guru perekonomian. Koperasi diharapkan mampu bertahan dalam berbagai era.
Keadaan itu, juga sudah terbukti, dalam koperasi mengarungi pandemi Covid-19 pada tahun 2020 lalu. Untuk menjawab tantangan digitalisasi seperti saat ini, koperasi harus bertahan dengan selalu berinovasi.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kang Giri, sapaan Bupati Sugiri Sancoko dalam peringatan Hari Koperasi ke-77 di halaman Gedung Dekopinda, Jalan Arif Rahman Hakim Kelurahan Keniten Ponorogo. Dihadiri oleh Wakil Bupati Lisdyarita, Sekda Agus Pramono, dan Ketua Tim PKK Susilowati dan perwakilan koperasi yang ada di wilayah Bumi Reog.
“Koperasi harus mampu berinovasi dengan kemajuan teknologi,” ungkap Bupati Sugiri Sancoko, Jumat (12/7/2024).
Bupati Sugiri menyebut jika ingin terus bertahan, tentu koperasi harus memilih jalur usaha yang diperlukan oleh masyarakat. Salah satunya berbisnis di bidang yang dikonsumsi rumah tangga. Seperti bahan pangan, sebab pangan merupakan kebutuhan pokok masyarakat.
“Koperasi harus berkompromi dengan digitalisasi dan teknologi. Bisnis di sektor pangan yanh dikonsumsi rumah gangga, masih sangat relevan hingga saat ini,” katanya.
Orang nomor 1 di Ponorogo itu, juga menekankan perlunya koperasi untuk bersaing dengan layanan pinjaman online yang tengah berkembang. Yakni dengan mempermudah syarat pinjaman maupun bunganya.
“Kemudahan pelayanan pinjaman dan menawarkan bunga rendah, tentu akan bisa bersaing dengan pinjaman online (Pinjol),” katanya.
Dengan semangat Hari Koperasi, diharapkan koperasi-koperasi di Ponorogo dapat terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Sehingga sesuai dengan pesan dari Bupati Sugiri Sancoko, koperasi tetap menjadi tulang punggung perekonomian.
“Kuncinya harus berkompromi dengan digitalisasi dan pinjaman bunga murah,” pungkasnya. [ADV/End]






