Ponorogo (beritajatim.com) – Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko belum membuka Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bantarangin. Padahal, RSUD itu sudah diresmikan, ditandai dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk beberapa hari lalu.
Rencananya, rumah sakit pelat merah di Kecamatan Kauman itu mulai beroperasi pada 1 Desember 2023 nanti. Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko beralasan mundurnya pembukaan operasional rumah sakit karena ingin disempurnakan dahulu.
“Disempurnakan dulu, kira-kira tanggal 1 Desember 2023 boleh dibuka,” kata Sugiri Sancoko, ditulis Senin (20/11/2023).
Kang Giri sapaan akrab Bupati Sugiri Sancoko mengungkapkan, masih ada beberapa hal yang harus disempurnakan. Ada beberapa bagian yang kurang bersih sehingga perlu dibersihkan dulu. Ada taman yang belum hijau, dirawat dan sirami supaya menghijau.
“Biar nanti orang yang mau berobat tidak gelo (kecewa-red). Jadi begitu start langsung joss,” kata Ponorogo 1 tersebut.
Tetapi sebenarnya, Kang Giri menilai secara keseluruhan, kondisi RSUD Bantarangi bagus. Alat kesehatan yang ada di rumah sakit yang juga disebut sebagai Hospitel Bantarangin itu juga cukup memadai.
BACA JUGA:
RSUD Bantarangin Ponorogo Diresmikan, Bupati Sugiri: Nakesnya Harus Full Senyum
Dia berharap rumah sakit ini kelak menjadi epicentrum kesehatan wilayah Ponorogo barat. Tidak hanya melayani warga Ponorogo barat, namun juga warga luar daerah di sekitarnya yang ingin berobat. Mulai dari Bandar Pacitan, Purwantoro dan Slogohimo di Wonogiri Jawa Tengah serta Parang dan Lembeyan di Magetan.
“Kalau sudah menjadi epicentrum, akan tumbuh semuanya,” ungkapnya.
Sebelumnya, peresmian RSUD Bantarangin atau Hospitel Bantarangin dilakukan langsung oleh Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko pada Jumat (17/11/2023) malam. Orang nomor satu di Bumi Reog itu berharap, petugas rumah sakit atau tenaga kesehatan (nakes) baik itu dokter maupun perawat harus full senyum. Kelak kalau ada pasien yang berobat, melayani dengan pelayanan prima yang diberikan, supaya si pasien bisa cepat sembuh.
“Saya harap Hospitel Bantarangin bisa menjadi RS jagoan. Petugasnya harus senyum, wangi, ramah dan sabar,” pesan Kang Giri.
BACA JUGA:
Nakes Hospitel Bantarangin Pilihan, Sugiri Sancoko: Pelayanannya Biar Gaspol
Untuk merealisasikan itu, perawat dan dokter yang ditempatkan di rumah sakit yang berada di Kecamatan Kauman itu, merupakan tenaga kesehatan (nakes) yang handal di tempat kerjanya sebelumnya. Ia mengaku mencari yang paling senyum, wangi, ramah dan sabar.
“Kita utamakan SDM yang paling unggul dari puskesmas-puskesmas dan RSUD dr. Harjono,” katanya.
Peresmian Hospitel Bantarangin ini, juga ditandai dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk pada Jumat malam. Yakni dengan dalang Ki Yatno Gondo Darsono dari Kecamatan Kauman. [end/beq]






