Mojokerto (beritajatim.com) — Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra menegaskan bahwa pengelolaan keuangan daerah merupakan amanah besar sekaligus indikator utama tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah. Pesan tersebut ia sampaikan saat membuka Kegiatan Pembinaan Pengelolaan Keuangan dan Persiapan Penyusunan Laporan Keuangan Sekretariat Daerah Tahun 2025.
Kegiatan yang digelar di salah hotel di Kecamatan Trawas diikuti Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Mojokerto, narasumber dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Timur Ruli Ario Wibowo, para Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekda, Kepala Bagian Sekretariat Daerah, serta seluruh pengelola keuangan di lingkungan Setda Kabupaten Mojokerto.
Dalam sambutannya, Gus Barra (sapaan akrab, red) menekankan bahwa peran pengelola keuangan sangat vital dalam perjalanan roda pemerintahan. Menurutnya, setiap aktivitas pemerintahan pada akhirnya bermuara pada upaya menghadirkan pelayanan terbaik demi kesejahteraan masyarakat. “Pengelolaan keuangan bukan sekadar kewajiban dan pekerjaan, tetapi amanah besar yang menentukan kualitas layanan pemerintah kepada masyarakat,” ungkapnya.
Setiap angka dan dokumen memiliki dampak langsung terhadap pembangunan yang efektif dan berkeadilan. Gus Barra mengatakan, kegiatan pembinaan tersebut menjadi ruang belajar produktif untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi aparatur, sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.
“Pentingnya kemampuan untuk adaptif pada perubahan regulasi yang terus berkembang. Kontribusi laporan keuangan Sekretariat Daerah dalam keberhasilan Kabupaten Mojokerto mempertahankan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 11 tahun berturut-turut ini, harus dipertahankan,” ujarnya.
Selain itu, temuan administratif pada pelaksanaan APBD 2024 yang tercantum dalam Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI diminta untuk dijadikan perhatian sekaligus pembelajaran bersama. Gus Barra menambahkan bahwa kompleksitas kinerja Sekretariat Daerah turut menentukan keberhasilan program pembangunan daerah dan pencapaian visi-misi lima tahun ke depan.
“Temuan tersebut bukan semata catatan korektif, tetapi pengingat agar kita terus meningkatkan ketertiban, ketelitian, dan kepatuhan terhadap regulasi. Kepada seluruh pengelola keuangan untuk mengutamakan ketelitian. Kita tidak boleh bekerja hanya karena rutinitas, tetapi dengan kesadaran penuh bahwa apa yang kita lakukan berhubungan langsung dengan kepercayaan publik,” imbuhnya.
Pada kesempatan itu, Gus Barra juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto untuk terus memperkuat transparansi dan akuntabilitas. Ia mendorong semua bagian di lingkungan Setda, termasuk ruang lingkup kerja Bupati dan Wakil Bupati, untuk menjaga integritas dalam setiap proses pengelolaan keuangan.
“Terima kasih kepada seluruh pengelola keuangan yang tetap bekerja optimal di tengah padatnya aktivitas pemerintahan. Kepercayaan masyarakat adalah modal terpenting bagi pemerintah. Mari bekerja lebih disiplin, lebih teliti, dan lebih bertanggung jawab,” pungkasnya. [tin/aje]






