Mojokerto (beritajatim.com) – Masyarakat saat ini hidup di dua dunia, yakni dunia nyata dan dunia maya. Hal tersebut disampaikan Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati saat membuka Workshop Peningkatan Kapasitas Literasi Digital Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto.
Workshop yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Mojokerto ini digelar di salah satu hotel di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. “Saat ini tentu kita hidup di dunia nyata dan dunia maya. Makin kedepan, waktu yang kita habiskan dalam satu hari untuk berselancar di dunia maya akan semakin bertambah,” ungkapnya, Rabu (26/10/2022).
Sehingga, lanjut Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini, kecakapan di dunia maya dan pribadi yang baik di dunia digital tersebut juga harus ditingkatkan. Tak jauh berbeda dengan dunia nyata, lanjut Bupati, di dunia maya pun ada aturan-aturan yang harus dipahami dan ditaati.
“Di dunia maya pun ada aturannya sehingga kita pun juga tetap tidak bisa semau-maunya saat berada di dunia maya. Digital culture, ini bagaimana kita sebagai WNI ini menyadari bahwa ketika memasuki dunia digital, secara tidak langsung dia sudah menjadi warga dunia digital yang harus berlandaskan bhineka tunggal ika dan pancasila,” tuturnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bupati-mojokerto”]
ASN di lingkup Pemkab Mojokerto, lanjut orang nomor satu di Pemkab Mojokerto ini, harus selalu meningkatkan pemahaman digital literasi. Karena kedepannya nanti, para ASN juga harus aktif dalam dunia digital untuk memberikan dan menyebarluaskan informasi dari pemerintah.
“Pemahaman digital literasi ini adalah sifatnya harus, ASN harus paham dan harus tahu. Makanya harus tahu rambu-rambunya seperti apa. Jangan sampai ketidaktahuan itu membuat dia melanggar aturan. Keaktifan ASN ini nanti bakal menjadi ujung tombak untuk mengisi dunia digital dengan konten-konten positif, informatif, dan produktif,” katanya.
Sehingga Pemkab Mojokerto mendorong ASN aktif di dunia digital dengan konten-konten yang positif dan produktif. Bupati berharap, para peserta workshop memiliki kecakapan terkait literasi digital yang lebih baik sehingga bisa menularkan ke ASN yang lain.
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Mojokerto, Ardi Sepdianto mengatakan, internet saat ini telah mendistrupsi semua hal. “Kehadiran internet telah mendistrubsi banyak hal, bagaimana transaksi ekonomi sekarang berubah, pengelolaan pariwisata juga berubah, yang tak kalah penting adalah berinteraksi sosial juga berubah,” ujarnya.
Dalam melakukan interaksi di dunia maya pun memiliki berbagai aturan, dimana, siapapun yang melanggar aturan tersebut bisa dijerat aturan perundang-undangan yang telah ada dalam Undang-undang ITE. Dengan diadakannya workshop tersebut, pihaknya berharap ASN di Kabupaten Mojokerto memiliki empat kompetensi dalam berselancar di dunia digital.
“Oleh karena itu bimtek ini digelar agar kita mempunyai digital skill. Yang pertama bagaimana kita bisa mengoperasikan alat-alat digital. Kedua digital culture karena kita dalam berinteraksi di dunia digital ini tidak hanya masyarakat Indonesia saja yang tahu apa yang kita upload, tapi seluruh dunia akan tahu,” tuturnya.
Digital skill ketiga, lanjut Ardi, yakni digital etik, dan keempat adalah digital safety dan keempat adalah digital safety. Ardi juga berharap, peserta workshop bisa menularkan ilmu yang sudah didapat kepada ASN yang lain sehingga ASN di Kabupaten Mojokerto akan semakin cakap digital. [tin/but]







