Kediri (beritajatim.com) – Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, yang akrab disapa Mas Dhito, menggelar silaturahmi dengan para masyaikh dan gawagis di Pringgitan Dalam Pendopo Panjalu Jayati. Pertemuan ini bertujuan untuk mempererat hubungan dengan ulama dan pemuka agama, serta menyampaikan beberapa hal terkait program pemerintahan di Kabupaten Kediri.
Mas Dhito menyampaikan apresiasi kepada para masyaikh dan gawagis yang telah mendukungnya bersama wakilnya, Dewi Mariya Ulfa, dalam menjalankan pemerintahan. Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengungkapkan komitmennya terhadap sektor keagamaan, meskipun di tengah kondisi efisiensi anggaran yang terjadi.
“Efisiensi tidak akan berdampak pada program-program yang sifatnya keagamaan khususnya guru madin dan yang kedua untuk pondok-pondok berkembang,” katanya.
Program pemberian insentif bagi guru madin atau guru-guru agama non formal telah berjalan sejak awal kepemimpinan Mas Dhito pada 2021. Program ini bertujuan sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap para pendidik yang telah berperan besar dalam membentuk karakter dan moral generasi penerus bangsa. Selain itu, ada juga program pemberian bantuan stimulus bagi pondok pesantren, mengingat masih banyak pondok pesantren yang perlu pembenahan agar lebih layak digunakan.
“Ini bagian komitmen kami Pemerintah Kabupaten Kediri terhadap pondok-pondok pesantren yang ada di kabupaten ini dan saat ini jumlahnya sekitar 180-an pondok,” ungkapnya.
Program insentif bagi guru madin dan bantuan untuk pondok pesantren menjadi bagian dari 17 program prioritas yang direncanakan Mas Dhito bersama Mbak Dewi di periode kedua kepemimpinan mereka.
Dalam pertemuan itu, Mas Dhito juga menyampaikan rencananya untuk mengadakan pertemuan rutin bersama masyaikh dan gawagis guna menerima masukan dan dukungan terhadap pembangunan Kabupaten Kediri.
Rencana tersebut disambut baik oleh para masyaikh dan gawagis yang hadir. Seperti yang disampaikan oleh KH Jauhar Nehru, atau Gus Mahu, yang menyatakan kesiapan para masyaikh untuk bekerja sama dalam mendukung pembangunan Kabupaten Kediri.
“Para masyaikh bagiane bangunlah jiwanya. Bagian bangunlah badannya bagiane mas bup (Mas Dhito),” ucapnya. [ADV PKP/nm]






