Jombang (beritajatim.com) – Bupati Jombang Warsubi menyampaikan berbagai materi penting yang diperoleh selama mengikuti retret kepala daerah di Akademi Militer Magelang. Materi tersebut disampaikan dalam apel pagi yang digelar di lapangan Pemkab Jombang, Senin (10/3/2025).
Dalam kesempatan tersebut, pria yang akrab disapa Abah Bupati ini menyoroti reformasi birokrasi, kebijakan keuangan negara, serta pertumbuhan ekonomi sebagai poin utama.
Beberapa materi yang ditekankan Abah Bupati dalam apel ini meliputi kebijakan hilirisasi dan industrialisasi guna mendorong percepatan pembangunan sesuai potensi daerah, penguatan pemberantasan korupsi, serta upaya menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat.
Selain itu, ia juga menyinggung isu-isu strategis terkait kebijakan kependudukan dan pencatatan sipil, pengelolaan batas wilayah negara dan kawasan perbatasan, serta penyusunan kebijakan yang inklusif dengan memperhatikan kesetaraan gender, penguatan perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.
Apel ini merupakan yang pertama setelah pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Jombang periode 2025-2030 oleh Presiden RI pada 20 Februari 2025. Pelantikan tersebut dilanjutkan dengan retret pembekalan kepala daerah di Magelang yang berlangsung dari 21 hingga 28 Februari 2025. Apel ini dihadiri oleh Sekdakab Jombang Agus Purnomo, staf ahli, asisten, seluruh kepala OPD, serta camat se-Kabupaten Jombang.
Dalam amanatnya, Abah Bupati menekankan pentingnya ASN dan Non-ASN di lingkungan Pemkab Jombang memahami tugas pokok dan fungsi yang mereka emban. Ia juga menyoroti perlunya sinkronisasi program pemerintah pusat dengan provinsi dan kabupaten guna memastikan pembangunan yang terarah dan berkesinambungan.
“Jauhi praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta selalu berkomitmen untuk menjaga netralitas dan profesionalisme dalam menjalankan amanah sebagai pelayan masyarakat,” ujar Abah Bupati Warsubi.
Selain itu, Bupati Warsubi juga menyampaikan hasil rapat koordinasi dengan Gubernur Jawa Timur di Surabaya pada Minggu (9/3/2025) yang membahas program Pembentukan Sekolah Rakyat. Menurutnya, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Sekolah Rakyat akan didirikan di berbagai daerah, termasuk Jombang, untuk memastikan pendidikan yang layak bagi warga miskin dan miskin ekstrem.
“Pemerintah daerah akan menyiapkan lahan minimal 5 hektar untuk pembangunan sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA dalam satu kawasan, agar memudahkan anak yang kurang mampu mendapatkan pendidikan yang layak. Anggaran yang disiapkan sekitar 100 miliar per kabupaten,” jelasnya.
Selain Sekolah Rakyat, Abah Bupati juga mengajak ASN untuk mendukung program nasional Koperasi Desa Merah Putih yang digagas Presiden Prabowo. Program ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan, perekonomian desa, dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
“Program ini akan bisa meningkatkan ketahanan pangan dan berdampak pada peningkatan perekonomian di desa serta kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. [suf]






