Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto menolak anggapan adanya pengabaian terhadap koalisi partai politik yang telah mengusung dan mendukungnya dalam pemilihan kepala daerah Kabupaten Jember, Jawa Timur.
“Terus terang saya melihat semua partai sama. Tapi saya tidak mungkin meninggalkan sejarah, saya akan memberikan perhatian betul kepada partai-partai pengusung,” kata Hendy.
Tudingan pengabaian ini muncul dari Agusta Jaka Purwana, legislator DPRD Jember yang juga Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Jember, saat sidang paripurna pembahasan Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (Ranwal RPJMD) 2021-2026, Kamis (12/8/2021).
“Partai tidak ada (yang dilibatkan dalam pembahasan Ranwal RPJMD). Saya sebagai sekretaris partai tidak dilibatkan. Padahal ini adalah produk politik. Partai tidak dilibatkan,” kata Agusta. Atas dasar pertimbangan itu, dia minta agar pembahasan Rancangan Awal RPJMD ditunda dan forum uji publik diulang.
“Partai politik harus hadir di situ (dalam forum uji publik RPJMD). Ketua dan sekretaris. Karena ini adalah produk politik, dan anggota kita (di DPRD Jember) adalah petugas partai yang umurnya satu kali 24 jam. Dikasih surat PAW (Pergantian Antar Waktu), selesai. Sedangkan ketua dan sekretaris partai ini yang akan lebih langgeng. Partai politik wajib diundang,” kata Agusta.
Pria asal Kampung Ledok ini tidak mempersoalkan kritisisme dari koalisi partai pendukungnya sendiri di DPRD Jember. “Tidak apa-apa partai koalisi menyampaikan itu dalam rapat Panitia Khusus RPJMD. Kita saling melengkapi antara eksekutif dan legislatif. Partai pengusung maupun partai yang lain, kalau sudah jadi begini, tidak ada partai pengusung dan partai yang lain. Semua harus diayomi eksekutif,” kata Hendy.
[berita-terkait number=”5″ tag=”bupati-jember-hendy”]
Hendy mengakui jika belum pernah duduk bersama dengan partai-partai pendukungnya. Namun dia menampik tudingan berjalan sendiri dan meninggalkan partai dalam penyusunan RPJMD. “Kan ada sarana lain (untuk memberikan masukan), kirim surat dan video conference. Tapi tolong jangan kami yang punya gagasan itu, karena kami sedang mengurusi Covid,” katanya.
“Sekarang posisi Covid seperti ini, harap maklum. Toh ada uji publik. Kalau pun kurang puas, ada sekarang pembahasan di Panitia Khusus RPJMD DPRD Jember. Sudah usulkan (masukan dari partai), tidak usah berpikir bermacam-macam,” katanya.
Hendy siap memenuhi permintaan dan aspirasi DPRD Jember. “Apapun yang diminta Dewan kami turuti semua. Karena yang diminta untuk membangun juga. Esensi eksekutif dan legislatif tidak ada beda. Semangatnya untuk membangun. Toh minta tidak untuk dibawa pulang, tapi untuk membangun,” katanya. [wir/suf]






