Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto mengakui jika anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) tidak mencukupi untuk memperbaiki seluruh kerusakan infrastruktur di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Hal ini dikemukakan Hendy dalam peresmian jembatan Rambigundam, di Desa Gugut, Kecamatan Rambipuji, Rabu (1/6/2022). “Jembatan ini hak Anda. Kemarin roboh. Kami baru dilantik (jadi bupati) dihadiahi jembatan roboh,” katanya.
Panjang jembatan itu 22 meter dan lebar 8 meter. Peresmian itu bukan untuk memamerkan hasil kepemimpinan Bupati Hendy dan Wakil Bupati Firjaun Barlaman. “Ini hak masyarakat. Jalannya pun mulus semua. Ini hak masyarakat Jember semua, wajib menikmati,” kata Hendy.
Hendy sempat ditanya soal pembangunan jembatan tersebut oleh sejumlah warga. “Mana jembatan Gugut kok tidak dibangun, hanya dilihat melulu. Bupati ini baru dilantik, hanya meninjau terus,” katanya dalam bahasa Madura.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-jember”]
Hendy dituduh hanya bicara tanpa bukri. “Setelah jadi bupati hilang, tidak kembali lagi,” katanya menirukan ucapan warga dalam bahasa Madura.
Hendy mengatakan, tak mudah membangun dan memperbaiki jembatan tersebut. “Perencanaannya pakai desain, pakai ilmu. Jadi ada desainnya. Digambar. Yang menggambar ini orang pintar,” katanya.
Hendy meminta warga bersabar. “Maksud saya, kalau ada pembangunan yang masih dalam proses, sabar. Ada tahapan yang harus diikuti. Kalau tidak diikuti, itu menyalahi aturan. Kalau menyalahi aturan, ditangkap, masuk penjara. Bubar. Kalau tidak ditangkap, jembatannya runtuh, (saya) diperiksa,” kata Hendy.
Pemkab Jember tak bisa membangun infrastruktur serentak di seluruh Jember. “Kalau pun masih ada lokasi yang belum diperbaiki, ini bagian dari strategi kita dalam pengaturan anggaran. Uangnya tidak cukup,” kata Hendy.
“Saya berharap kepada warga supaya bisa saling menjaga jembatan ini. Jembatan ini dibangun dengan menggunakan uang APBD. Itu uang Anda semua. Jadi jembatan ini punya Anda semua, bukan punya kami. Kami hanya membangunnya,” kata Hendy.
Bagaimana cara menjaga jembatan itu? “Jangan membuang sampah sembarangan. Kalau tidak bisa membuangnya, kantongi sampah itu dulu. Karena sampah ini milik kita semua. Yang memproduksi sampah adalah kita semua. Orang selama masih hidup memproduksi sampah,” kata Hendy, dalam bahasa Madura dan Indonesia.
“Jangan sampai ini ada sampah. Buang sampah di tempatnya. Kalau sampah banyak, terjadi penumpukan, terjadi banjir, air naik menghantam, sayap kiri dan kanan jembatan bisa tergerus. Kena struktur bangunan, bisa longsor,” kata Hendy.
Hendy mengingatkan kejadian sebelumnya yang membuat jembatan roboh. “Di sini dulu ada retak,” katanya.
“Ini semua milik kita. Hanya kita yang bisa menjaga, bukan orang lain. Kalau kita tidak bisa menjaga, apalagi orang lain,” kata Hendy. [wir/kun]






