Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto membuat peserta acara pemecahan rekor angklung di alun-alun Kabupaten Jember, Jawa Timur, berjoget dan ikut bernyanyi, Rabu (16/11/2022).
Setelah menerima piagam dan medali penghargaan pemecahan rekor dari perwakilan Museum Rekor Indonesia, bukannya kembali ke kursinya, Hendy justru menyambar mikrofon di atas panggung. Lagu ‘Ojo Dibandingke’ pun meluncur dari bibirnya.
“Wong ko ngene kok dibanding-bandingke, waing-saingke, yo mesti kalah. Ku berharap engkau mengerti, di hati ini hanya ada kamu,” lirik awal lagu ciptaan Abah Lala ini sudah cukup memancing hadirin bernyanyi.
Hendy pun beraksi lagaknya penyanyi profesional. Ia maju ke ujung depan panggung dan mengajak penonton bersalaman. Sementara penonton lainnya yang mayoritas siswa SMP dan orangtua siswa pun ikut bernyanyi dan berjoget di bawah panggung.
“Tadi awalnya saya diminta menyanyi Ojo Dibandingke oleh panitia, karena kata mereka ‘Pak Bupati suka nyanyi’. Ya saya bernyanyi saja di situ dan terus terang saja, saya baru pertama kali ini bernyanyi diiringi angklung. Suara angklung ternyata lembut sekali. Saya senang mendengarkannya. Saya jadi ingin bernyanyi karena suaranya enak dan lembut,” kata Hendy.
Saat menyanyikan lagu Ojo Dibandingke, Hendy mengaku betul-betul terharu dan bangga melihat semangat warga Jember. “Begitu ramainya masyarakat, antara orangtua dan anak bersama-sama, bersenang-senang, itu bagian dari edukasi untuk anak-anak, mengikat tali silaturahmi,” katanya.
Acara pemecahan rekor MURI permainan angklung di Jember ini memang diikuti 3.364 siswa SMP Katolik Maria Fatima dan orangtua masing-masing. Mereka memainkan lagu Tanah Air yang juga diikuti Bupati Hendy, Wabup Firjaun, dan Forkopimda.
Hal lain yang membuat Hendy bahagia adalah banyaknya pengusaha mikro kecil menengah yang hadir di alun-alun. “UMKM ramainya masya Allah, senang saya. Beneran naik kelas,” katanya.
Usai lagu Ojo Dibandingke, Hendy sebenarnya hendak kembali ke kursinya di panggung kehormatan sisi timur panggung utama. Di sana sudah menanti Wakil Bupati Firjaun Barlaman, Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Besar Hery Purnomo, Komandan Distrik Militer 0824 Letnan Kolonel Infantri Batara C Pangaribuan, dan Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkab-jember”]
Namun mendadak tanpa dikomando, penonton berteriak: “lagi, lagi, lagi.” Hendy pun tertawa lebar dan kembali menyanyi lagu berjudul Khana yang dipopulerkan Mansyur S. “Khana Khana engkau lah gadis India. Khana Khana engkaulah gadis pujaan. Senyum serta gayamu sungguh mempesona,” lantun Hendy, diikuti penonton yang berjoget.
“Saya diminta anak-anak menyanyi lagi, bak artis. Ya saya setengah malu dan senang, bangga. Mungkin mereka senang melihat bupati bernyanyi dan menari. Ya, karena yang menyuruh masyarakat, saya harus layani itu,” kata Hendy.
Hendy berharap kegiatan pemecahan rekor tersebut bisa membangkitkan semangat semua pegiat seni. “Kita masih punya musik patrol, kentongan. Ini khas dari Jember dari dulu yang harus kita angkat semuanya. Nanti kita akan setting bagaimana festival musik patrol yang biasa digelar teman-teman perguruan tinggi, kita kumpulkan jadi satu di alun-alun. Saya punya pemikiran menampilkan patrol di alun-alun,” katanya. [wir/but]






