Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto menjamu Febriana Dwipuji Kusuma, pebulutangkis putri asal Kelurahan Kebonsari yang menjuarai turnamen China Taipei Open dan Australia Open, di Pendapa Wahyawibawagraha, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu (18/12/2024).
Febriana didampingi orangtuanya Didik Tripuji dan Ngatodah serta beberapa kerabat. Hadir juga sejumlah anak-anak sekolah dasar dan sekolah menengah pertana yang menjadi anggota Perkumpulan Bulutangkis Putra Jember.
Ini kali ketiga Febriana diterima di pendapa. “Saya sangat bahagia bisa kembali ke pendapa. Waktu itu pada 2023 setelah SEA Games sempat ke sini dan sekarang kembali lagi,” katanya.
Febriana berterima kasih kepada Hendy Siswanto yang selama ini telah mendukungnya setiap kali bertanding. “Pastinya saya bertanding membawa nama Indonesia dan Jember. Saya bangga sekali pada saat bertanding, ada profilnya, dan ditulis: ini dari Jember, Jawa Timur. Ini kebanggaan bagi saya,” katanya.
Febriana meminta doa restu dan dukungan untuk meraih gelar terbaik pada masa mendatang. “Terima kasih, nggih, Pak, Bu, sudah selalu mendukung saya,” katanya kepada Hendy dan sang istri Kasih Fajarini.
Sementara itu, Hendy menyebut Febriana kebanggaan Jember, Jawa Timur, dan Indonesia. Ia memuji prestasi Febriana yang semakin menanjak: semifinalis ganda putri BWF World Tour Super 300 Korea Master 2024, juara ganda putri BWF World Tour Super 300 Taipei Open 2024, juara ganda putri BWF World Tour Super 500 Australia Open 2024, runner-up ganda putri BWF World Tour Super 500 Thailand Open 2024, runner-up BWF World Tour Super 500 Madrid Spain Master 2024, dan semifinalis Asian Team Championship 2024 beregu putri, dan beberapa medali lainnya.
“Saya tadi tanya ke Mbak Febri, angka 300 dan 500 apa maksudnya? Ternyata itu grade. Semakin tinggi, lawannya semakin berat. Jadi sekarang Mbak Febri di posisi grade 500. Kita doakan naik ke 750 dan 1000,” kata Hendy.
Prestasi ini diraih Febriana dengan kerja keras sejak berusia lima tahun. “Sekarang usianya 23 tahun. Sudah 18 tahun main bulutangkis. Latihan bulutangkis beneran. Seterusnya,” kata Hendy.
Hendy mengingatkan semua atlet di Jember agar tak mudah menyerah. “Jember bermental juara. Tapi harus konsisten berlatih setiap hari. Tidak pernah berhenti. Mau kalah, mau menang, pokok latihan terus,” katanya.
Hendy berharap Febriana menginspirasi seluruh cabang olahraga di Jember, terutama bulutangkis. Dia menyebut pebulutangkis kelahiran 2001 itu punya mental petarung yang tidak diragukan. “Jangan pernah berubah sampai hayat dikandung badan untuk menekuni bulutangkis. Nantinya pada saat Mbak Febriana tidak bertanding lagi, teruskan ilmu kepada adik-adik kita,” kata Hendy.
Febriana diharapkan kelak bisa membuka tempat latihan bulutangkis di Jember. “Bikin klub seluruh Indonesia, terutama di Jember,” kata Hendy. [wir]






