Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto mengatakan, jumlah hunian tempat tidur (bed occupancy rate atau BOR) rumah sakit untuk kasus konfirmasi Covid-19 di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mulai berkurang.
Tingkat hunian tempat tidur pasien Covid di rumah sakit, Jumat (6/8/2021), sekitar 78,18 persen. Dari 660 tempat tidur, terisi 516 tempat tidur isolasi. “Alhamdulillah, BOR kita masih tersedia banyak. Rata-rata di bawah 80 persen,” kata Hendy.
“Semakin banyak (pasien) yang sembuh, dan (pasien) yang meninggal sudah sedikit. Kita menahan jangan sampai ada yang terpapar baru lagi,” tambah Hendy.
Kendati ada 144 tempat tidur kosong di rumah sakit, Pemerintah Kabupaten Jember tetap menyiapkan tempat isolasi terpusat di Hotel Kebonagung dan Stadion Jember Sport Garden. Saat ini di Keboagung ada 30 pasien isolasi dan di JSG masih kosong. “Jangan ditambahi, kosong saja,” kata Hendy.
[berita-terkait number=”4″ tag=”update-covid-jember”]
Dua lokasi isolasi terpusat disediakan untuk menampung warga yang memiliki gejala Covid ringan dan tanpa gejala yang tidak perlu dirawat di rumah sakit. “Isolasi mandiri di rumah boleh kalau memungkinkan. Kalau rumahnya tidak memenuhi syarat, kita ajak ke Hotel Kebonagung dan JSG. Di JSG lengkap, belum ada yang menempati. Tapu jangan ada yang menempatilah. Yang penting kami siapkan, prepare dulu,” kata Hendy.
Mencegah lonjakan angka pasien di rumah sakit dan angka konfirmasi positif, Pemkab Jember melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis hulu. Pengurus rukun tetangga dan rukun warga bersama puskesmas dan polisi memantau kondisi warga yang sedang menjalani isolasi mandiri.
“Kita pantau terus, kita kasih vitamin. Kita tunggui, jangan sampai yang isoman ada keperluan apa-apa lalu keluar rumah. Pak Camat yang memimpin pekerjaan ini. Seluruh lingkungan kita datangi, kita masuk semua. Kita bawa sembako, vitamin, dan kita pasang bendera (sebagai tanda rumah isolasi mandiri),” kata Hendy. [wir/ted]






