Banyuwangi (beritajatim.com) – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mendorong DMI Banyuwangi atau Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) menjadi rebound center. Maksudnya, keduanya dapat berkolaborasi membangun daerah dan mendukung tiga pilar.
“Yakni, terlibat untuk menegakkan tiga pilar Banyuwangi Rebound,” kata Bupati Ipuk Fiestiandani (29/1/2023).
Banyuwangi rebound, kata Ipuk, adalah gerakan menyeluruh yang menjangkau seluruh sektor untuk membawa daerahnya kembali rebound (melenting ke atas) pasca pandemi. Ada tiga pilar, di antaranya menangani pandemi, memulihkan ekonomi, dan merajut harmoni.
“Gerakan ini tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Tapi, harus melibatkan semua pihak. Tidak terkecuali para pemuka agama,” ujar Ipuk.
Menurut Ipuk, DMI Banyuwangi memiliki potensi besar. Dengan mayoritas penduduk muslim, jumlah masjid di Banyuwangi sangat banyak yang tersebar hingga ke kampung-kampung.
“Kalau DMI bisa menggerakkan potensi ini, program pemerintah akan cepat tercapai,” kata Ipuk.
Bupati Ipuk Fiestiandani menyarankan agar masjid dapat beradaptasi dengan kondisi. Bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi bisa menjadi pusat pendidikan dan pemberdayaan masyarakat sehingga bisa berkontribusi pada peningkatan perekonomian warga.
“Misalnya, masjid bisa membikin berbagai pelatihan usaha bagi jamaah maupun masyarakat sekitar,” kata Ipuk.
Bupati Ipuk Fiestiandani menyampaikan selamat kepada para pengurus yang baru saja dilantik. “Semoga ke depan lebih banyak lagi program yang bisa kita sinergikan,” kata Ipuk.
Sementara itu, Ketua PD DMI Banyuwangi H. Fatkhurrahman mengaku siap berkolaborasi mendukung program-program pemkab.
“Kegiatan yang berdampak pada kemaslahatan umat memang menjadi fokus kami. Kami siap mensinergikan program DMI dengan program pemkab,” kata dia.
Hadir dalam kesempatan itu, Ketua Pimpinan Wilayah DMI Jatim KH. M. Roziqi, Ketua MUI Banyuwangi KH. M.Yamin, Kepala Kantor Kemenag Banyuwangi M. Amak Burhanuddin, Ketua dan pengurus Pimpinan Cabang DMI se- Banyuwangi, serta Takmir masjid besar se-Banyuwangi. (rin)






