Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto mengungkap keunikan Jember Fashion Carnaval 2024 di Kabupaten Jember, Jawa Timur, 2-4 Agustus 2024. Dia menyebut Fesyen dalam JFC memaknai kehidupan.
“Insyaallah pada malam Minggu, 3 Agustus 2024, dalam tampilan Artware, insyaallah ada firework. Kembang api tradisional dari Jepang, yang ditampilkan pertama kali di Indonesia,” kata Hendy, usai meninjau persiapan akhir JFC di depan kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Jalan Sudarman, Kamis (1/8/2024) malam.
Hendy memuji JFC gudang kreativitas. “Teman-teman JFC menampatkan panggung (stage) persis di depan Pemkab Jember. Gedung ini kebanggaan masyarakat Jember,” katanya.
Gedung Pemkab Jember memiliki bentuk menyerupai kepak dua sayap garuda dan itu terlihat dari udara. “Seperti IKN (Ibu Kota Nusantara) sebetulnya. Ini kepak garuda. Garuda menjadi background stage ini,” kata Hendy.
Selain itu, di halaman depan kantor Pemkab Jember, patung pahlawan Mochammad Sroeji berdiri. “Ini adalah pahlawan Kabupaten Jember, pahlawan nasional kita, dan ini dibuat menjadi stage. Ini keren sekali. Ini yang membedakan (dengan pergelaran lainnya). JFC tidak kekurangan inovasi kreativitas. Ini membahagiakan saya,” kata Hendy.
Tahun ini JFC bertema ‘Algorithm: Beyond Binary of Our Story’. “Algorithm ini membacanya ke depan, bagaimana mereka mengemas sistem kehidupan menjadi lebih lengkap lagi. Tema Algorithm ini adalah tema kehidupan yang sebenarnya yang ditampilkan dalam bentuk-bentuk fesyen,” kata Hendy.
Menurut Hendy, tema fashion dalam Algorithm adalah tema masa depan. “Tolong jangan diartikan fesyen (dalam JFC) itu menampilkan pakaian saja. Kalau itu pasti. Orang pasti akan puas dengan tampilan desain pakaiannya,” katanya.
“Tapi lebih dari itu, makna Algorithm adalah bagaimana fesyen melihat future, masa depan, dan bagaimana memaknai kehidupan. Mereka (peserta) bisa memanejemen diri, karena latihan JFC ini berhari-hari dan berbulan-bulan, setiap hari, setiap malam, membuat mentalitas anak-anak kita menjadi kuat,” kata Hendy.
JFC pertama kali diadakan pada 2003 yang diprakarsai oleh Dynand Fariz, seorang desainer berbakat asal Jember. Karnaval fesyen ini menempuh jarak 3,6 kilometer diawali dari Jalan Sudarman hingga depan GOR PKPSO Jember. Setiap tahun JFC mengusung tema yang berbeda, yang mencerminkan kekayaan budaya Indonesia serta isu-isu global. [wir]






