Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto menargetkan partisipasi pemilih dalam Pemilu 2024 di Kabupaten Jember, Jawa Timur, bisa mencapai setidaknya 70 persen dari total pemilih. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menilai target itu memungkinkan tercapai dengan kerja sama semua pemangku kepentingan.
“Sebenarnya memungkinkan saja. Tapi tergantung kerja sama sinergi Forkopimda dan stakeholder yang ada. Melihat situasi sekarang sih fifty-fifty menurut saya. Tapi dimungkinkan untuk partisipasi 70 persen itu,” kata Ketua Bawaslu Jember Thobrony Pusaka, usai serah terima pinjam pakai aset untuk kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jember, Selasa (6/9/2022).
Hendy tak ingin masyarakat apatis pada saat pemilu. “Pemilu begini-begini saja. Nyoblos siapa saja, begini saja hasilnya. Ini harus dihilangkan,” katanya. Apatisme seperti ini berimbas pada tingkat partisipasi pemilih yang berkisar 50-60 persen dari total pemilih.
Salah satu upaya Pemkab Jember untuk mengikis habis apatisme politik warga Jember adalah dengan memperbaiki infrastruktur jalan. “Kami memperbaiki jalan, infrastruktur sampai ujung gunung kami perbaiki. Tujuannya supaya tidak ada lagi persoalan untuk datang ke tempat pemungutan suara, tidak ada lagi persoalan untuk mengedukasi masyarakat kami yang ada di ujung (daerah pinggiran, red),” kata Hendy.
Pembangunan yang dilakukan Pemkab Jember juga bisa menepis keraguan masyarakat soal keterpilihan pemimpin dalam pemilu. “Kami bisa menyampaikan kepada masyarakat: untungnya kalau mencoblos bupati ada manfaatnya, ini jalan sudah diperbaiki. Ini bukan dalam rangka kampanye, tapi bukti. Bukti ada. Ini perlu diomongkan,” kata Hendy.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemilu-2024″]
Usai acara serah terima, Hendy menegaskan kepada wartawan, pesta demokrasi harus berlangsung damai dan bahagia. “Pesta demokrasi harus senang. Tidak boleh bertengkar. Pokok enjoy saja,” katanya.
Menurut Hendy, target peningkatan partisipasi pemilih bisa dicapai dengan cara sosialisasi dan edukasi. “Sehingga peran serta masyarakat untuk nyoblos bisa 70-75 persen. Bahkan 80 persen. Kalau mereka hadir (di tempat pemungutan suara), mereka akan merasa ikut memiliki negeri ini,” katanya. [wir/but]






