Jember (beritajatim.com) – Kabupaten Jember, Jawa Timur, memiliki komoditas klengkeng super bernama Jemsu (Jember Super) yang bisa bersaing dengan klengkeng asal Thailand.
“Jemsu ini dari harga maupun ukuran sudah bisa melawan klengkeng di Thailand. Ini jadi produk nyata. Pemerintah Kabupaten Jember juga punya lahan (klengkeng Jemsu) yang pada Juni-Juli akan panen,” kata Bupati Hendy Siswanto saat mengunjungi lahan pertanian klengkeng di Desa Semboro, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember, Rabu (12/4/2023) siang.
Bibit klengkeng Jemsu hanya ada di Jember dan tak bisa dibeli di tempat lain. Hendy ingin bibit Jemsu dibagikan kepada masyarakat. “Harapan kami satu rumah ditanami satu pohon klengkeng Jemsu. Kalau ini terjadi, akan mendongkrak perekonomian Jember,” kata Hendy.
Hendy mendapat informasi ada formulasi pupuk cair yang bisa mengatur pertumbuhan dan panen Jemsu. “Bahkan satu tahun bisa panen dua tiga kali,” katanya.
Program satu rumah satu bibit klengkeng akan tergantung dari 300 komunitas klengkeng yang beraktivitas di Jember. “Nanti kita ambil sebagian untuk disebarkan. Tentu tidak bisa setahun dua tahun. Lima tahun ke depan kita harus konsisten untuk dikembangkan, karena di tempat lain tidak ada. Pelan tapi pasti,” kata Hendy.
Sementara itu, Sujari, petani klengkeng Jemsu, yang dikunjungi bupati tampak bangga memperlihatkan hasil kebunnya. “Klengkeng Jemsu milik kami sudah berbuah lebat. Buahnya lebih besar dan lebih manis daripada klengkeng biasanya,,” katanya.
Klengkeng Jemsu sudah dikembangkan sejak setahun silam. Pemerintah Kabupaten Jember membudidayakan Jemsu ini di lahan seluas 2,8 hektare sebagai percontohan untuk masyarakat Jember. “Bahwa kelengkeng jemsu ini Jember Super, benar-benar super dan bisa menghasilkan, dengan biaya tidak terlalu mahal dan hasilnya juga cukup besar,” kata Hendy, usai penanaman perdana, Selasa (8/2/2022).
Saat itu Hendy memperkirakan hasil budidaya kelengkeng ini akan habis dikonsumsi di Jember. “Saat ini tidak banyak yang menanam kelengkeng, masih jarang. Padahal kelengkeng disukai orang banyak dan punya khasiat cukup bagus untuk kesehatan kita. Harga kelengkeng juga bertahan, tidak naik turun. Ini peluang bagus,” katanya.
Hendy berharap, jika budidaya percontohan ini berhasil dalam waktu setahun, bibit kelengkeng akan dibagikan kepada masyarakat untuk dibudidayakan. “Pemkab pasti memfasilitasi bagaimana marketingnya,” katanya waktu itu. [wir]






