Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto menegaskan pentingnya pelabuhan di kawasan pantai selatan untuk membuat Kabupaten Jember, Jawa Timur, lebih maju.
“Bukan hanya pelabuhan nelayan saja, tapi pelabuhan yang bisa mengirim barang. Karena kita tidak bisa kalah dengan wilayah lain,” kata Hendy, ditulis Senin (15/7/2024).
Hendy mencontohkan pengiriman barang dari Jember ke Surabaya dan luar pulau Jawa yang membutuhkan biaya tinggi. “Artinya apa? Harga di Jember jadi tidak kompetitif. Salah satunya yang bisa memotong jalur ini adalah dengan tol yang kita masih belum punya,” jelasnya.
Menurut Hendy, warga Jember masih harus menanti pembangunan jalan tol dari Probolinggo sampai Lumajang. “Sebelum itu dibangun, kita tidak bisa membuat tol. Padahal kita sudah mempersiapkan JORR (Jember Outter Ring Road). Tapi kalau di sana belum dibangun pemerintah, kita tidak bisa membangunnya,” katanya.
“Yang paling enak adalah membangun pelabuhan. Sebentar lagi bulan ini pembangunan breakwater sudah mau dimulai. Tapi yang paling penting, kita disuruh menyiapkan lahan sekitar 15-20 hektare. Lebih luas lebih bagus,” kata Hendy.
Besarnya kebutuhan lahan dikarenakan pelabuhan tersebut disiapkan untuk kapal-kapal besar. “Kalau kapal besar sudah masuk dan mengirim barang antarprovinsi, kaya semua. Barang kita bisa dikirim ke mana-mana. Semua transportasi lewat laut,” kata Hendy.
Hendy percaya kehadiran pelabuhan akan membuat warga yang tinggal sepanjang pantai makmur dan cepat berkembang. “Sambil menunggu itu, bagaimana kita bisa memaksimalkan pantai kita ini dengan wisata. Wisata perlu dipertimbangkan,” katanya.
Hendy berjanji akan membangun jalur pedestrian di kawasan wisata Pantai Watu Ulo sepanjang 1,2 kilometer. “Sepanjang pantai. Nanti seperti di Kuta, Bali, bentuknya. Minta tolong, nanti warga yang mencari rezeki (berdagang) diatur lebih bagus agar wisatawan banyak yang datang,” katanya.
Hendy meminta warga menjaga Pantai Payangan bersama. “Bagaimana peningkatan kepariwisataan kita. Kita bantu sama-sama pembangunan pelabuhan ini agar segera jadi. Kalau tidak salah programnya sekitar lima sampai enam bulan harus sudah selesai, dan itu akan ditambah anggaran lagi lebih besar untuk memperbesarnya,” katanya. [wir]






