Jember (beritajatim.com) – Bupati Muhammad Fawait menyebut 2025 sebagai tahun pemanasan dan 2026 sebagai tahun pembuktian pemerintahan baru di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
“Tahun 2026 adalah tahun pembuktian bahwa cita-cita yang sudah kita canangkan dan kita legalkan dalam Peraturan Daerah RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) harus betul-betul terlaksana dengan baik di Kabupaten Jember,” katanya, dalam sidang paripurna istimewa di gedung DPRD Jember, Jumat (2/1/2026).
Maka Fawait memerintahkan setiap organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Jember untuk memasang target yang akan dievaluasi setiap tiga bulan sekali.
“Tiga bulan ke depan program apa yang mau diselesaikan dan berapa persen anggaran yang harus terserap, sehingga di akhir tahun kita betul-betul mengoptimalkan APBD untuk pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan,” kata alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga Surabaya ini.
Fawait meminta dukungan DPRD Kabupaten Jember untuk ikut mengevaluasi kinerja birokrasi pada triwulan pertama. “Para kepala OPD dan jajaran kami bisa dipanggil DPRD menjalankan fungsi pengawasan untuk mengetahui berapa serapan yang terlaksana di tim bulan pertama,” katanya.
PAD Tembus Rp 1 Triliun
Fawait ingin memaksimalkan capaian pemerintahannya. “Kita telah mencetak sejarah baru, PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kabupaten Jember 2025 sudah tembus angka psikologis Rp 1 triliun,” katanya.
Empat tahun ke depan, Bupati Fawait berharap PAD di Jember bisa menembus Rp 1,3-1,5 triliun tanpa menaikkan pajak. “Walaupun itu bukan janji politik, tapi target kami karena ini dorongan dari pemerintah pusat,” katanya.
Bupati Fawait berterima kasih kepada pemerintah pusat dan DPR RI atas kemudahan akses yang diberikan kepada Pemkab Jember.
“Banyak Kepala OPD terkesan dan kaget, ketika berkunjung ke kementerian, termasuk DPRD, disambut dengan baik, karena kita didukung penuh oleh pemerintah pusat, baik eksekutif maupun legislatif. Tentu ini kesempatan emas. Belum tentu ini akan terulang sepuluh tahun ke depan,” katanya.
Aktivasi Kembali Bandara Notohadinegoro
Aktivasi Bandara Notohadinegoro, menurut Fawait, adalah bukti kemudahan akses yang diberikan pemerintah pusat. Ada dua rute penerbangan, yakni rute Bandara Notohadinegoro ke Halim Perdanakusumah Jakarta dengan Maskapai FlyJaya dan rute Bandara Notohadinegoro ke Ngurah Rai Bali dengan maskapai Wings Air.
“Menurut saya yang paling sulit adalah menghidupkan Bandara Kabupaten Jember, dan sekali bangun, Bandara Jember, hari ini (pesawat) bisa terbang (dari Jember) ke dua bandara yang tersulit (untuk trayek baru penerbangan komersial),” kata Bupati Muhammad Fawait,
Fawait mengaku ditelepon sejumlah kepala daerah yang penasaran. “Mereka menanyakan bagaimana prosesnya sampai bisa menembus ke Halim,” katanya.
Bupati Fawait berharap semua pihak memanfaatkan momentum saat ini untuk mengembangkan semua sektor, terutama sektor industri pariwisata. “Banyuwangi, kabupaten tetangga kita tercinta, bisa bangkit luar biasa karena memanfaatkan momentum bangkit di bidang pariwisata,” katanya.
“Kalau Jember hari ini memanfaatkan momentum yang bagus ini, saya yakin 5-10 tahun yang akan datang Jember akan kembali menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, pusat pariwisata, dan pusat pendidikan di daerah Tapal Kuda, khususnya di ujung timur Pulau Jawa,” kata Fawait.
Berharap DPRD Jember Tetap Kritis
Bupati Fawait berharap DPRD Jember tetap menjalankan fungsi kritisnya. “Saya selalu menyampaikan kepada jajaran kami, ketika mendapatkan masukan dan kritikan dari DPRD, memang tugasnya DPR itu memberi masukan, mengkritik. Kadang-kadang juga agak tajam tapi tidak pernah kejam,” katanya.
Sebelum menjadi bupati, Fawait pernah menjadi anggota DPRD Jatim selama sepuluh tahun. “Justru kalau tidak ada kritikan, jangan-jangan Pak Halim (Ketua DPRD Jember Ahmad Halim, red) tidak kerja,” katanya.
“Maka kalau ada kritikan, ada masukan, itu adalah hal biasa. Tapi yakinlah, walaupun mungkin hari ini kelihatan mendung, tapi saya paham, bahwa apa yang harus disampaikan anggota DPRD Kabupaten Jember untuk melayani konstituennya, komitmen saya tidak berubah. Bisa dilihat ke depannya pembuktiannya seperti apa untuk masyarakat Kabupaten Jember,” kata Fawait. [wir]






