Jember (beritajatim.com) – Sejumlah investor sudah mulai masuk ke Kabupaten Jember, Jawa Timur. Salah satunya adalah ketua umum salah satu partai politik.
Bupati Muhammad Fawait mengatakan, sudah ada komitmen dari ketua umum partai politik itu untuk membangun hotel di Jember. “Saya sih inginnya bintang lima. Tidak tahu beliau bagaimana, sama (membangun) rumah sakit,” katanya, dalam acara ramah tamah dengan pukuhan pengusaha, di Pendapa Wahyawibawagraha, Kamis (25/9/2025) malam.
Selain itu, Fawait juga menerima seorang investor yang sudah berinvestasi Rp 300 miliar di Jember tahun ini. “Jadi saya sangat terbuka untuk semuanya, dan yakinlah apapun yang saya lakukan itu untuk kemajuan Jember,” katanya.
Kedatangan investor diharapkan Fawait bisa memperbaiki kondisi kehidupan masyarakat Jember. “Jember di mata investor hari ini terisolir. Kok bisa? Bandara kita kemarin belum aktif. Kita tidak dilalui tol. Pelabuhan tidak ada. Kita terkepung udara, darat, dan laut,” katanya.
Penerbangan komersial dengan rute Jember-Jakarta menjadi salah satu kunci untuk menarik investor. “Dari Jakarta ke Jember membutuhkan waktu enam sampai delapan jam sebelum ada bandara. Ini seperti perjalanan Jakarta-Hongkong. Maka daripada ke Jember, orang Jakarta lebih memilih berlibur ke Hongkong. Apalagi investor,” kata Fawait.
Jika penerbangan Jember-Jakarta berjalan lancar, Fawait akan mengupayakan penerbangan Jember-Bali. “Jakarta dan Bali adalah pintu masuk luar negeri ke Indonesia. Maka prioritas itu,” katanya.
Namun Fawait tidak berani berjanji soal pembukaan trayek Jember-Bali. “Kalau ditagih di medsos, ruwet,” katanya, tersenyum.
Fawait mengatakan membuka jalur penerbangan komersial Jember-Jakarta membutuhkan perjuangan keras. “Mulai dari kita mendapatkan izin dari Kementerian Perhubungan, melobi maskapai untuk terbang ke Jember,” katanya.
“Kok bisa lancar? Untung Bupati Jember hari ini kadernya Pak Prabowo. Kalau tidak backingan pusat, tidak mungkin secepat itu ada penerbangan dari Jember ke Jakarta. Jakartanya (Bandara) Halim Perdanakusumah yang terletak di tengah kota,” kata Fawait.
Fawait tidak memprioritaskan pembukaan penerbangan Jember-Surabaya, karena jalur darat lewat jalan tol sudah mencukupi. “Mudah-mudahan tahun depan di Mangli kami sudah bisa membangun fly over atau underpass, sehingga perjalanan ke Surabaya lebih pendek,” katanya.
Fawait berharap masyarakat Jember bisa ikut menjaga kesinambungan penerbangan komersial Jember-Jakarta. “Masa iya harus Bupati saja yang numpak bolak-balik Jakarta Jember-Jakarta,” katanya.
Fawait siap memberikan insentif kepada pelaku usaha yang sering memanfaatkan penerbangan menuju dan dari Jakarta.
“Contoh untuk travel umroh dan haji. Yang sering memesan tiket Jember-Jakarta, bolehlah nanti kita prioritaskan menjadi tim pendamping haji. Kalau enggak pernah pesan tiket Jember-Jakarta, terus ujug-ujug ngelamar jadi tim pendamping haji, agak berat,” kata Fawait.
Fawait mengatakan, jumlah warga Jember yang berumrah terbanyak dibandingkan jemaah dari kota-kota lain di Jawa Timur. “Makanya boleh dong, kalau saya mohon travel umrah untuk bisa bikin paket umrah yang agak premium, terbang dari Jember ke Jakarta naik pesawat. Kalau perlu saya lepas dari pendopo, atas nama pemerintah Kabupaten Jember,” katanya.
Fawait juga siap memberikan insentif pajak kepada hotel yang sering memeasan tiket penerbangan Jember-Jakarta. “Saya siap bersinergi dengan semua yang ada di Kabupaten Jember,” katanya.
Fawait mengajak semua pelaku usaha dan pemangku kepentingan bekerja sama membangun Jember. “Tidak cukup hanya Bupati,” katanya. [wir]






