Bojonegoro (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro meluncurkan program baru bernama eBakul (Belanja ASN untuk Kemajuan Usaha Lokal).
Program ini mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan PPPK di lingkungan Pemkab Bojonegoro untuk berbelanja di warung maupun toko kecil melalui aplikasi eBakul mulai 1 September 2025.
Kebijakan tersebut ditegaskan melalui Surat Edaran (SE) Bupati Bojonegoro tentang kewajiban belanja ASN dengan memanfaatkan aplikasi eBakul.
Tujuannya, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi mikro, usaha kecil, hingga industri kecil menengah (IKM) di Bojonegoro.
Tahapan program tersebut saat ini mulai meluncurkan aplikasi yang akan dipakai dan petunjuk teknis penggunaan.
“(Tahapannya saat ini) Launching aplikasi, sosialisasi petunjuk penggunaan aplikasi, dan surat edaran bupati tentang kewajiban ASN belanja dengan eBakul,” ujar Kepala Bagian Organisasi Setda Bojonegoro, Enggarini, Rabu (27/8/2025).
Enggarini menjelaskan, eBakul tidak hanya sekadar aplikasi belanja, melainkan juga terintegrasi dengan sistem e-TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai). Artinya, jika ASN tidak memenuhi batas minimum belanja sesuai ketentuan, maka sistem otomatis akan mengoreksi besaran TPP mereka.
“Setiap ASN diwajibkan belanja dengan nominal tertentu yang disesuaikan dengan kelas jabatan. Untuk ASN kelas 14, misalnya, limit belanjanya harus lebih dari satu juta rupiah,” jelas perempuan yang akrab disapa Enggar.
Pada tahap awal, lanjut Enggar, ASN diberi keleluasaan untuk memilih berbagai produk mulai dari makanan-minuman, kebutuhan harian, jasa, hingga produk IKM. Lokasi belanja diprioritaskan pada toko kecil, warung, atau pelaku usaha mikro di sekitar tempat tinggal, tempat kerja, maupun sentra IKM di setiap kecamatan.
“Melalui eBakul, kami ingin mendorong kebiasaan belanja di usaha lokal, sehingga UMKM semakin berkembang dan ASN pun turut mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya.
Saat ini, jumlah ASN dan PPPK non-guru di lingkungan Pemkab Bojonegoro mencapai kurang lebih 8.470 orang. Dengan jumlah tersebut, program eBakul diyakini mampu memberi dampak signifikan pada perputaran ekonomi lokal sekaligus meningkatkan daya saing pelaku UMKM di Bojonegoro. [lus/ted]






