Blitar (beritajatim.com) – Bupati Blitar Rini Syarifah melepas keberangkatan 766 calon jemaah haji ke Embarkasi Surabaya. Pelepasan ini dilakukan di Kantor Pendopo Kabupaten Blitar, Minggu (28/05/23) dini hari. Total ada 766 calon jemaah haji yang diberangkatkan langsung oleh Bupati Blitar. Ratusan calon jemaah haji itu terbagi menjadi 2 kloter yakni 12 dan 13.
Mak Rini menyebut bahwa calon jemaah haji asal Kabupaten Blitar banyak telah berusia lanjut. Hal itupun harus menjadi perhatian serius bagi para pendamping agar para calon jemaah yang telah berusia lanjut lancar saat menjalankan ibadah di tanah suci.
“Pada malam hari ini kita memberangkatkan kloter 12 dan 13 dari kabupaten Blitar kebanyakan usianya sudah usia lanjut kami berharap dan juga ada disabilitas kami berharap tahun ini Haji ramah lansia betul-betul terwujud,” kata Rini Syarifah, Bupati Blitar, Minggu (28/05/23).
Data Kementerian Agama Kabupaten Blitar dari 766 calon jemaah haji yang berangkat pada tahun ini, 87 diantaranya merupakan lansia. Usia tertua calon jemaah haji yang akan berangkat ke tanah suci dari Kabupaten Blitar yakni 98 tahun.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/anggaran-pemkab-blitar-rp21-t-baru-terserap-206/
Selain yang tertua, ada pula calon jemaah haji yang merupakan penyandang disabilitas. Mereka yang berusia lanjut dan disabilitas ini akan mendapatkan pendampingan dari petugas haji.
Pemkab Blitar sendiri berharap konsep haji ramah lansia dan disabilitas yang diusung oleh Kemenag bisa benar-benar terwujud. “Yang masih muda-muda saya berharap untuk selalu mendampingi beliau supaya tidak sampai terjadi apa-apa di tanah suci jadi harapan saya Haji ramah lansia ini benar-benar terwujud,” terangnya.
Setelah diberangkatkan dari Kantor Pemerintah Kabupaten Blitar, ratusan calon jemaah haji ini akan singgah terlebih dahulu di asrama haji Sukolilo Surabaya. Kloter 12 dan 13 asal Kabupaten Blitar sendiri akan diberangkatkan ke tanah suci melalui Embarkasi Surabaya.
Bupati Blitar berharap agar calon jemaah haji itu bisa menjalankan ibadah di tanah suci dengan lancar. Sehingga 766 orang tersebut bisa menjadi haji yang mabrur.
Untuk itu Mak Rini berpesan kepada seluruh calon jemaah haji untuk senantiasa menjaga kondisi tubuh, serta patuh terhadap aturan. Bupati perempuan itu meminta kepada seluruh calon jemaah haji untuk mentaati aturan pelaksanaan ibadah haji yang telah ditetapkan. “Ya Saya harap beliau sungguh menjaga kesehatan terutama kesehatan lahir dan batinnya karena di sana tidak sama dengan cuaca yang ada di Kabupaten Blitar,” pungkasnya.
Sementara itu, calon jemaah haji tertua asal Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar yang tertua, Rustam mengaku masih sehat dan semangat untuk menjalankan rukun Islam ke 5 tersebut. Meski usianya kini telah menginjak 98 tahun namun ia yakin bisa menyelesaikan seluruh rukun haji. “Yakin masih sanggup ibadah di tanah suci soalnya di rumah saya bisa macul (mencangkul) masih roso (kuat),” terang Rustam.
Rustam yang berangkat didampingi keluarga dan anaknya merasa bersyukur karena Allah masih memberikan kesempatan baginya untuk menginjakkan kaki di tanah suci. Kakek berusia 98 tahun itu pun berharap ibadah hajinya ini bisa lancar dan pulang sebagai haji mabrur. “Alhamdulillah semoga bisa ibadah saya diterima Allah SWT,” tandasnya. (owi/kun)






