Banyuwangi (beritajatim.com) – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani blak blakan menyampaikan laporan kinerja tahunan selama menjadi pemimpin di daerahnya. Hal ini dilakukan didepan ribuan warga Banyuwangi.
“Alhamdulillah tahun 2023 banyak capaian yang diraih Banyuwangi. Semua ini bisa tercapai berkat kerja sama dan gotong royong seluruh stakeholder dan masyarakat Banyuwangi, serta doa dari para ulama, kiai, habaib, ibu nyai, dan para tokoh agama,” kata Bupati Ipuk.
Capaian pertama yang disampaikan yakni mengenai penurunan angka kemiskinan di Banyuwangi. Menurutnya, presentase penduduk miskin pasca 2022 terus menurun secara signifikan yakni 7,5 persen jika dikomparasikan tahun 2021 yang mencapai 8,07 persen.
Sedangkan tahun 2023, Bupati Ipuk mencatat angka kemiskinan Banyuwangi terus menurun dengan 7,34 persen. Bahkan, capaian ini menjadi sejarah baru di eranya.
“Angka kemiskinan tahun ini tercatat yang terendah dalam sejarah Banyuwangi,” kata Ipuk.
Di samping itu, kata Ipuk, ekonomi Banyuwangi terus tumbuh dan terjadi peningkatan hingga 4,43 persen. Bahkan, pertumbuhan ekonomi Banyuwangi rata-rata di atas Jawa Timur dan nasional.
Sedangkan PDRB pada tahun 2022 mencapai Rp 93,29 triliun. Sehingga tercatat ada peningkatan 8,6 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp. 85,92 triliun.
Ditambah capaian makin sempurna dengan ragam penghargaan yang didapat Banyuwangi. Di antaranya, meraih prestasi dengan pengendalian inflasi terbaik yang dari Presiden Joko Widodo.
Termasuk, Banyuwangi juga meraih kabupaten sangat inovatif se Indonesia di kompetisi Innovative Goverment Award yang diselenggarakan oleh Kementrian Dalam Negeri. Pemerintah pusat juga menetapkan Banyuwangi sebagai daerah nilai tertinggi SAKIP (sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintahan) dengan predikat A.
“Tak kurang dari 105 penghargaan diterima Banyuwangi dalam kurun 2021 – 2023,” beber Ipuk.
Selain itu, kunjungan wisatawan juga menunjukkan tren positif seiring dengan bergeliatnya sektor pariwisata di daerah pasca pandemi. Tercatat data kunjungan wisatawan domestik pada 2021 sebesar 1.865.553, meningkat pada (2022) 2.948.543. Sementara turis asing yang bepergian ke Banyuwangi tercatat (2021) 3.854 orang, (2022) 29.020 orang, (2023) 36.829 orang.
Berkah dari inovasi dan prestasi tersebut, Banyuwangi menerima dana alokasi insentif fiskal tahun 2024 mencapai Rp 32,61 miliar. Banyuwangi merupakan daerah dengan alokasi insentif fiskal terbesar di Indonesia.
“Insentif tersebut akan kami optimalkan untuk kegiatan yang mempunyai dampak dan manfaat langsung ke masyarakat,” kata Ipuk.
Capaian ini, lanjut Ipuk, berkat doa dari para ulama, dan anak yatim yang selalu dihadirkan tiap gelaran event di Banyuwangi. Banyuwangi juga rutin menggelar Festival.
“Ada banyak kemajuan yang kita capai, tapi juga ada kekurangan yang belum kita capai. Kami mohon maaf, atas segala kekurangan dalam pelayanan. Kami minta bimbingan dan arahan dari para ulama, agar bisa menjalankan amanah agar bisa lebih baik lagi ke depan,” pungkas Ipuk. (Rin/Aje)






