Banyuwangi (beritajatim.com) – Delapan hari pasca pemungutan suara, suasana duka di rumah kediaman Almarhum Dulhanan (50) masih terasa.
Salah seorang Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 18 Desa/Kecamatan Singojuruh itu meninggal saat bertugas pada 14 Februari lalu.
Almarhum Dulhanan tinggal di Dusun Pasinan Timur, Desa/Kecamatan Singojuruh. Di rumah itu, almarhum bersama istrinya Rofikoh, dan dua anaknya.
Anak pertamanya masih duduk di bangku kelas 11 SMA. Sedangkan, anak keduanya kelas 6 sekolah dasar.
“Atas nama Pemkab Banyuwangi kami turut berduka cita atas meninggalnya Bapak Dulhanan. Semoga almarhum diterima di sisi Allah. Beliau meninggal saat bertugas, Insya Allah khusnul khotimah,” ungkap Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat takziah ke rumah duka, Kamis (22/2/2024).
Tak sekedar datang, Bupati Ipuk, juga menawarkan kepada anak pertama Dulhanan. Tawaran itu berupa kursus gratis untuk meningkatkan skill dan kemampuan.
“Nanti difasilitasi kecamatan untuk mendapat kursus tambahan. Bisa kursus bahasa atau yang lain sesuai minat, agar menambah skill. Tetap semangat untuk belajar ya,” kata Ipuk.
Selain itu, rombongan Bupati Banyuwangi juga sempat menundukkan kepala seraya berdoa. Bacaan suratul fatihah dan tahlil turut dipanjatkan untuk almarhum.
Sebelumnya, Almarhum Dulhanan meninggal dunia saat mendapatkan perawatan di rumah sakit. Dia mengalami kelelahan dan mengeluh sakit saat bertugas sebagai penyelenggara Pemilu. (rin/ted)






