Banyuwangi (beritajatim.com) – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan sejumlah pesan penting di Pendopo Sabha Swagata Blambangan. Hal itu, diungkapkan di sela pengambilan sumpah jabatan dan pemberian SK kepada ratusan PNS guru dan tenaga kesehatan.
Menurutnya, ada banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan. Baik di bidang pendidikan maupun kesehatan.
Bupati Ipuk mengajak para guru untuk bergotong royong menuntaskan permasalahan anak tidak sekolah. Baik yang putus sekolah, tidak melanjutkan sekolah, maupun yang sama sekali memang belum pernah bersekolah.
Baca Juga: Turnamen BNI Indonesia Masters 2023 Diikuti Pebulutangkis Dunia
“Masih banyak PR pendidikan kita, terutama masalah anak putus sekolah. Ini tanggung jawab kita semua, terutama guru juga. Beri perhatian lebih siswa yang berpotensi tidak bisa melanjutkan sekolah. Segera koordinasi dengan dispendik dan kecamatan kalau ada masalah seperti ini,” pesan Ipuk.
Terbaru terkait kasus bully yang mendera anak didik di Banyuwangi beberapa waktu lalu. Ipuk berpesan agar guru turut andil dalam upaya pencegahan tindak kekerasan dan peruntungan (bullying) di lingkungan sekolah.
“Kasus bullying telah menjadi salah satu tolok ukur kinerja sekolah, khuausnya kepala sekolah. Jadi ini menjadi perhatian kita semua,” tegas Ipuk.
Baca Juga: Persaudaraan 98 dan Masyarakat 08 Siap Menangkan Prabowo-Gibran di Jawa Timur
Selanjutnya kepada para tenaga kesehatan, Ipuk berpesan untuk memperbaiki layanan kesehatan.
“Berikan pelayanan yang baik. Jangan sampai muncul keluhan pelayanan buruk karena tidak ramah atau pun pelayanannya lama. Mari sama-sama berbenah, berkomitmen membangun Banyuwangi lebih baik lagi,” ujar Ipuk. (rin/ian)






