Kediri (beritajatim.com) – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, Perum Bulog Kantor Cabang Kediri menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada 34.296 penerima manfaat di Kota Kediri sebagai upaya menekan lonjakan harga bahan pokok dan menjaga daya beli masyarakat.
Program bantuan pangan ini merupakan alokasi Februari dan Maret 2026 yang menyasar masyarakat berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang telah ditetapkan pemerintah pusat. Setiap penerima manfaat mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.
Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Kediri, Harisun, menyatakan bahwa jumlah penerima bantuan tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya.
“Tahun ini jumlah Penerima Manfaat di Kota Kediri mengalami kenaikan, dari semula 26.541 PBP menjadi 34.296 PBP,” ujarnya.
Secara total, Bulog Kediri menyalurkan 685.920 kilogram beras dan 137.184 liter minyak goreng kepada masyarakat Kota Kediri. Bantuan ini diharapkan mampu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok menjelang Lebaran tanpa harus terbebani kenaikan harga di pasar.
Menurut Harisun, program ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan, khususnya komoditas strategis seperti beras dan minyak goreng yang cenderung mengalami kenaikan permintaan menjelang hari besar keagamaan.
“Penyaluran Bantuan Pangan merupakan program berkelanjutan pemerintah untuk menekan kenaikan harga pangan utamanya beras dan minyak goreng menjelang hari raya Idul Fitri tahun 2026,” jelasnya.
Ia menambahkan, dengan adanya bantuan tersebut, masyarakat diharapkan tidak perlu membeli kebutuhan pokok dalam jumlah besar di pasar sehingga tekanan terhadap harga bisa dikendalikan.
“Dengan penyaluran Bantuan Pangan ini kami berharap masyarakat dapat mencukupi kebutuhan pangannya menjelang Lebaran sehingga tidak perlu membeli lagi di pasar,” imbuhnya.
Penyaluran bantuan pangan ini dilaksanakan atas penugasan pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (BAPANAS) kepada Perum BULOG sebagai operator distribusi di lapangan.
Data penerima bantuan telah diverifikasi secara nasional melalui DTSEN, sehingga program ini diharapkan tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Harisun juga menegaskan bahwa peningkatan jumlah penerima manfaat menjadi indikator meningkatnya perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam menghadapi momentum Lebaran yang identik dengan lonjakan konsumsi.
“Alhamdulillah, jumlah penerima Bantuan Pangan meningkat dibanding tahun sebelumnya, mudah-mudahan ini dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama pada momen Hari Raya seperti sekarang,” pungkasnya. [nm/but]






